Musim Kemarau Panjang, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Ingatkan Warga Waspada ISPA

Sukasno juga menjelaskan beberapa dampak yang musti diwaspadai dari kekeringan itu.

Musim Kemarau Panjang, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Ingatkan Warga Waspada ISPA
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di gedung dewan Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Tangerang Selatan (Tangsel) sudah merilis status siaga kekeringan untuk Tangsel.

Kepala Klimatologi Stasiun Tangsel, Sukasno, menyebut curah hujan di Tangsel diprakirakan akan sangat rendah sampai September mendatang.

"Data BMKG menunjukkan, sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering (hari tanpa hujan) lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari. Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan beberapa daerah akan mengalami curah hujan yang sangat rendah dengan peluang lebih dari 90%," terang Sukasno saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Sukasno juga menjelaskan beberapa dampak yang musti diwaspadai dari kekeringan itu.

"Kondisi ini dinilai berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan, pengurangan ketersediaan air tanah, kelangkaan air bersih hingga meningkatnya polusi udara di wilayah Banten dan DKI Jakarta," paparnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, sudah rapat dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait untuk menyikapi kemarau panjang itu.

Dari sisi kesehatan, politikus Nasdem itu meminta warga Tangsel mewaspadai penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain kepada masyarakat, ia juga meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel untuk mengantisipasi kemungkinan besarnya penderita ISPA menyusul cuaca terik saat kemarau.

"Dari kesehatan saya minta untuk mengantisipasi penyakit-penyakit ISPA. Kemudian juga penyakit-penyakit lain yang disebabkan oleh cuaca terik. Teriknya bukan terik seperti biasa tapi ini sangat terik sekali," ujar Benyamin di gedung dewan Tangsel, Jalan Raya Serpong, Setu Kamis (22/8/2019).

Ben, sapaan karibnya, menggarisbawahi kesehatan anak-anak yang rentan terinfeksi ISPA karena paparan debu dan kotoran.

"Khawatir anak-anak kecil itu biasanya radang, atau ISPA lah," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved