Terdampak Proyek Kereta Cepat, Penyewa Kontrakan Angkat Kaki Ogah Bayar Sewa

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggusur sekitar 254 rumah warga RW 14 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar.

Terdampak Proyek Kereta Cepat, Penyewa Kontrakan Angkat Kaki Ogah Bayar Sewa
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kontrakan di wilayah Tanah Galian yang ditinggal penyewanya, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (22/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menggusur sekitar 254 rumah warga RW 14 Kelurahan Cipinang Melayu, Makasar.

Penggusuran tak hanya mempengaruhi pemilik lahan.

Warga terkena gusuran, Victor Parulian (49) mengatakan empat bulan setelah kabar penggusuran berhembus, satu per satu penghuni kontrakan milik warga RW 14 angkat kaki dari kontrakannya.

"Mulai bulan Juli yang ngontrak pada pindah. Mereka pindah karena khawatir juga kontrakannya digusur, kalau tiba-tiba digusur kan mereka repot," kata Victor di Makasar, Jakarta Timur, Kamis (22/8/2019).

Meski ditinggal penyewa, pemilik kontrakan yang di antaranya termasuk warga Tanah Galian belum setuju dengan nominal uang ganti rugi yang ditawarkan.

Victor menuturkan ada ratusan kontrakan yang di wilayah Tanah Galian yang pemiliknya masih berupaya meminta ganti rugi lebih ke PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Pemiliknya sih belum setuju, makannya kontrakan belum dibongkar. Kalau sudah setuju kan pemiliknya pasti bongkar bangunan sendiri, tapi tetap saya yang ngontrak pada pindah," ujarnya.

Tak hanya angkat kaki dari kontrakan, sejumlah penyewa yang masih bertahan memilih tak membayar uang sewa kepada pemilik.

Victor menyebut pemiliknya kontrakan tak dapat mengusir karena penyewa meminta jaminan kontrakannya tak bakal digusur pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved