3 Pemuda Disabilitas Ini Bikin Usaha Food Truck di Tangsel: Cita-cita Kami Juga Setinggi Anda

"Cita-cita kami Juga setinggi anda." Begitu bunyi kutipan di gelas kedai minuman Kito Rato Food & Baverage yang digagas oleh tiga pemuda disabilitas.

3 Pemuda Disabilitas Ini Bikin Usaha Food Truck di Tangsel: Cita-cita Kami Juga Setinggi Anda
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Kedai Kito Rato, besutan tiga pemuda disabilitas Wahyu Alistia (25), Saldi Rahman (23) dan Rendi Agustra (24), di bilangan Ruko Granada BSD Serpong, Tangsel, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - "Cita-cita kami Juga setinggi anda." Begitu bunyi kutipan di gelas kedai minuman Kito Rato Food & Baverage yang digagas oleh tiga pemuda disabilitas tuna daksa, Wahyu Alistia (25), Saldi Rahman (23) dan Rendi Agustra (24).

Mereka memilih untuk tidak diam dan meratapi keterbatasan yang dimiliki.

Kedai Kito Rato, besutan tiga pemuda disabilitas Wahyu Alistia (25), Saldi Rahman (23) dan Rendi Agustra (24), di bilangan Ruko Granada BSD Serpong, Tangsel, Jumat (23/8/2019).
Kedai Kito Rato, besutan tiga pemuda disabilitas Wahyu Alistia (25), Saldi Rahman (23) dan Rendi Agustra (24), di bilangan Ruko Granada BSD Serpong, Tangsel, Jumat (23/8/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Namun bergerak dan berjuang untuk hidup dengan membuka usaha.

Ditemui di lapaknya di bilangan Ruko Granada BSD Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Alis, Saldi dan Rendi sedang sibuk di food truck kedai minumannya itu.

Mereka menggunakan mobil antik Volkswagen (VW) Combi coklat putih yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menjadi kedai yang nyaman dengan beberapa bangku di depannya.

Saat ini mereka baru menjual minuman Es kopi gula aren, susu olahan dan minuman segar mocktail. Semuanya seharga Rp 10 ribu saja.

Mewakili temannya, Alis, menceritakan bahwa tiga sekawan yang sama-sama dari berbagai kota di Sumatera itu bermula dari kelas pelatihan yang sama di Cibinong, Kabupaten Tangerang.

Setelah mengikuti pelatihan, mereka sempat bekerja di perusahaan yang berbeda.

Namun, satu tahun berjalan, mereka melihat peluang usaha. Berbekal orang-orang baik di belakang mereka yang mau membantu modal, jadilah kedai Kito Rato itu.

Halaman
12
Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved