Cerita Anung Penerus Ayahnya Dagang Roti Lauw: Roti Tempo Dulu Kala di Cikini

Roti yang biasa ia jual di antaranya Roti isi susu, coklat, coklat keju, abon, roti tawar, gambang, pisang dan lain-lain.

Cerita Anung Penerus Ayahnya Dagang Roti Lauw: Roti Tempo Dulu Kala di Cikini
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sosok Anung (29) dagang Roti Lauw teruskan jejak bapaknya pada Jumat (23/8/2019). 

"Saya sering dikasih tahu sama pembeli yang lanjut usia. Ini roti zaman dulu, udah ada. Dia ngasih tahu saya karena saya terlihat masih muda," katanya.

Berjualan roti melekat di keluarga besar Anung.

Sudah turun-temurun keluarganya berjualan roti.

Kata mendiang ayahnya, keempat saudaranya juga berjualan roti.

"Dari kakek saya udah jualan roti, adek bapak saya juga jualan roti di kampung maupun di kota. Ada yang di roti Tan Ek Tjoan atau di Lauw," katanya.

Paling Muda Jualan Lauw di Cikini

Dari semua penjual Lauw yang berdagang dengan gerobak sepeda di Kawasan Cikini, Anung yang paling muda.

Ia pun baru berdagang roti Lauw itu sejak tahun 2018 selepas ayahnya meninggal karena sakit.

Di dalam mess, Anung dan para penjual roti lainnya tidur berhimpitan setiap harinya.

Apabila telah menjelang pagi, ia pun bergegas mengambil roti-roti Lauw kiriman dari Pulogadung untuk dimasukkan ke dalam gerobak.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved