DBL DKI Jakarta

Gunakan Instan Replay System Disetiap Pertandingan, DBL Indonesia Ingin Kompetisi Berjalan Sportif

untuk di wilayah DKI Jakarta pihak DBL Indonesia mulai menggunakan perangkat canggih Instant Replay System (IRS).

Penulis: Wahyu Septiana | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/DBL Indonesia
Wasit tengah melihat Instant Replay System di pertandingan Honda DBL DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, CEMPAKA PUTIH - Development Basketball League (DBL) terus menghadirkan terobosan baru dalam setiap penyelenggaraan kompetisi bola basket antar pelajar di Indonesia.

Kini, untuk di wilayah DKI Jakarta pihak DBL Indonesia mulai menggunakan perangkat canggih Instant Replay System (IRS).

Penggunaan perangkat canggih IRS ini dilakukan untuk membantu wasit dalam mengambil setiap keputusan krusial.

IRS dalam bola basket ini bisa disamakam seperti Video Asissten Referee (VAR) dalam dunia sepak bola.

Pihak DBL Indonesia melakukan terobosan baru dengan menggunakan IRS disetiap pertandingan basket di wilayah DKI Jakarta.

Direktur PT DBL Indonesia, Masany Audri mengatakan penggunaan IRS ini diharapkan bisa membuat tim yang bermain menjunjung tinggi sportifitas.

"Ya, DBL selalu menjunjung tinggi sportifitas. Sehingga setiap tahun kami mencoba cara untuk menemukan langkah yang mendukung sporitifas itu," ucap Masany Audi kepada TribunJakarta, Jumat (23/8/2019).

Masany menilai penggunaan IRS bisa mempermudah wasit dalam mengambil setiap keputusan.

Diharapkan, dengan adanya IRS di Jakarta membuat jalannya pertandingan bisa lebih dinikmati dengan baik.

"Tahun ini kita memiliki beberapa penunjang alat untuk membantu wasit untuk memudahkan biar lebih fair. Walau itu bukan satu-satunya tolak ukur dari setiap keputusan wasit. Namun kami melihat alat itu bisa mensuport setiap keputusan yang ada sehingga bisa lebih fair," tambahnya.

Masany menuturkan penggunaan IRS ini mendapatkan tanggapan antusias dari semua peserta DBL Indonesia.

Bukti nyata dari penggunaan IRS yaitu pada saat terjadi keputusan kontroversial di ataa lapangan.

Wasit bisa melihat tayangan ulang pertandingan dari video yang direkam melalui IRS.

"Semua tanggapan postif tidak ada yang negatif terhadap itu. Tapi, kami selalu mengingatkan bahwa alat yang kami miliki itu adalah bukan penentu utama. Semua tetap ada di dalam naungan wasit yang kita pilih," papar Masany.

Bukan hanya dari peserta, penggunaan IRS ini juga mendapatkan respon yang baik dari Persatuan Bola basket Seluruh Indonesia (Perbasi).

Perbasi mendukung pihak DBL Indonesia selalu menggunakan IRS disetiap pertandingan yang dimainkan.

"Perbasi juga sampai saat ini selalu mensuport kami dengan sangat baik. Semoga dengan adanya alat ini bisa mensuport dalam setiap keputusan. Tapi bukan satu-satunya penentu kemenangan," tutur Masany Audri.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved