Obat Kedaluwarsa

Ini Pertimbangan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Soal Kasus Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, hal itu karena polisi masih mendalami kasus ini.

Ini Pertimbangan Polisi Belum Tetapkan Tersangka Soal Kasus Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto, ditemui di Mapolres Metro Jakarta Utara, Selasa (20/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi belum menetepakan tersangka terkait kasus obat kedaluwarsa yang diberikan Puskesmas Kamal Muara kepada ibu hamil.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan, hal itu karena polisi masih mendalami kasus ini.

"Kita masih melakukan pendalaman-pendalaman. Jadi kita tidak mau terburu-buru menetapkan tersangka," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019) malam.

Polisi juga enggan terburu-buru menetapkan tersangka atas kasus ini berdasarkan sejumlah pertimbangan dalam penyelidikan.

Salah satu yang paling krusial adalah hasil pemeriksaan rumah sakit apakah vitamin yang telah dikonsumsi berpengaruh pada kesehatan janin.

Meski pengakuan soal kelalaian telah disampaikan pihak rumah sakit, polisi masih melakukan tahapan-tahapan dalam proses pemeriksaan.

Selain menyelidiki fakta dan temuan di lapangan, polisi juga menunggu keterangan ahli.

"Jadi kita kan nggak bisa melihat niat orang. Tapi dengan perbuatan-perbuatan atau kondisi yang kita temukan di lapangan dan keterangan saksi-saksi dan ahli-ahli nanti akan menyimpulkan," ucap Budhi.

Adapun apabila ada penetapan tersangka nantinya, tentunya polisi tak hanya mengarah pada pemberi obat saja atau dalam hal ini apoteker puskesmas.

Polisi juga akan melihat peran dari kepala puskesmas.

"Artinya dari pihak puskesmas itu yang memeriksa, yang memberi obat atau yang mengepalai pun nanti akan kita lihat perannya masing-masing. Kalau memang itu patut dan ada dugaan kuat pelanggaran pidananya, tentu akan kita proses," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait dari pihak terlapor, antara lain Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Kepala Puskesmas Kelurahan Kamal Muara, apoteker yang memberi obat, bidan Puskesmas Kamal Muara dan RS BUN.

Selain itu polisi juga telah memintai keterangan Novi Sri Wahyuni (21) sebagai korban pertama dan Hendi Wijaya (26) selaku suami dari korban kedua yakni Winda Dwi Lestari (24).

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved