Kekeringan di Tangerang Berdampak pada Pelayanan Air Bersih yang Mulai Menimbulkan Bau

Menurut Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya di musim kemarau seperti ini pelayanan air bersih menjadi terganggu.

Kekeringan di Tangerang Berdampak pada Pelayanan Air Bersih yang Mulai Menimbulkan Bau
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Icih (50) warga Neglasari, Kota Tangerang yang terdampak kekeringan selama dua bulan lamanya, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Tangerang Raya meliputi Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Tangerang Selatan dilanda kekeringan di musim kemarau ini.

Hal tersebut berimbas pada pelayanan air bersih ke sejumlah masyarakat.

Menurut Direktur PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang Sumarya di musim kemarau seperti ini pelayanan air bersih menjadi terganggu.

Kualitas air pun buruk dan menjadi tercemar.

"Tahun ini prediksi dari BMKG memang kemarau cukup panjang. Diperkirakan sampai Oktober ini. Dan berdampak terhadap pelayanan air bersih ke masyarakat," ujar Sumarya kepada Warta Kota saat dijumpai di ruang kerjanya, Kantor PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, belum lama ini.

Menurutnya terkait musim kemarau ini, memang betul wilayah Tangerang mengalami kekeringan.

Tidak ada suplai air ke Sungai Cisadane yang menjadi bahan baku pengolahan.

"Sehingga air di Sungai Cisadane mengendap. Lama - lama levelnya semakin turun dan surut.

Airnya semakin sedikit secara kuantitas dan juga karena proses penyinaran matahari.

Sehingga air berwarna hijau. Dari sisi produksi, kami mengalami kesulitan.

Halaman
123
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved