Kisah Perjuangan Musa, Tukang Tambal Ban yang Pernah Ikut Bangun Hotel Indonesia

"Sudah seharian tadi di pinggir jalan, tapi belum ada motor yang menepi. Biasanya memang begitu," kata Musa saat ditemui TribunJakarta.com.

Kisah Perjuangan Musa, Tukang Tambal Ban yang Pernah Ikut Bangun Hotel Indonesia
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Musa, Tukang Tambal Ban yang Pernah Ikut Bangun Hotel Indonesia 

Musa mengaku telah menekuni pekerjaannya sejak tahun 1970.

Awalnya ia menjual jasanya di bundaran Hotel Indonesia.

Sekarang, meski sudah tua, Musa tetap ingin terus bekerja menambal ban.

Padahal, anak-anaknya melarangnya untuk bekerja menjadi tukang tambal lantaran usianya yang semakin lanjut.

"Anak saya melarang saya tapi dari kecil saya enggak bisa diem. Jadi mau terus kerja," katanya.

Jadi Kuli Bangun Hotel Indonesia

Pada tahun 1952, Musa memutuskan untuk merantau ke Jakarta demi mencari pengalaman sekaligus kehidupan yang lebih baik.

Berdasarkan kesaksiannya, pria asal Semarang itu pun memulai hidupnya di Jakarta sebagai seorang kuli bangunan.

Tak main-main, ia menjadi kuli untuk membantu pembangunan Hotel Indonesia yang digagas oleh Presiden pertama RI, Bung Karno.

Hotel Indonesia dibangun tahun 1962 untuk menyambut Asian Games IV.

Halaman
1234
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved