Breaking News:

Pembunuhan Sekeluarga di Banten, Psikolog Forensik Sebut Ada Luapan Emosi Pelaku, Ini Analisisnya

Reza Indragiri Amriel memberikan analisisnya mengapa pelaku tega turut membunuh anak berusia 4 tahun.

(KOMPAS.com/Acep Nazmudin)
Rumah keluarga korban yang diduga pembantaian di Kabupaten Serang, Banten dipasang garis polisi, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberikan analisisnya soal kasus pembunuhan sekeluarga di Kampung Gegeneng, Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Serang, Banten.

Aksi pembunuhan sekeluarga itu dilakukan pada Selasa (13/8) pukul 02.00 WIB.

Saat itu pelaku membunuh Rustiadi dan anaknya yang berusia 4 tahun.

Sementara istri korban Siti Sadiyah selamat dan saat masih menjalani perawatan di RSUD Banten.

Pelaku S telah ditangkap di Lampung dan merupakan seorang pekerja bangunan di lingkungan rumah korban.

Dilansir dari kanal YouTube iNews Talkshow pada Jumat (23/8), Reza Indragiri Amriel memberikan analisisnya mengapa pelaku tega turut membunuh anak berusia 4 tahun.

Mulanya Reza Indragiri menjelaskan terdapat dua dugaaan yang dirasakan pelaku ketika melakukan aksinya.

Debat Dana Mobil Menteri Rp147 M dengan Yandri Susanto, PDIP Geram: Terlalu Sederhanakan Persoalan

Najwa Shihab Soroti Pendekatan Ekonomi di Papua, Andy Junaedi: Orang Papua Butuh Ilmu Bukan Dicaci

"Apakah orang ini dikuasai dengan passion, adanya rasa dendam terhadap korban atau judgment yang lebih memperhitungkan kalkulasi untuk memastikan kejahatan itu bisa dilakukan," ucap Reza Indragiri.

Reza Indragiri lantas menilai ada dua kemungkinan terkait pelaku yang tega turut membunuh anak berusia 4 tahun.

"Diduga ada luapan emosi yang tak terkendali sehingga tak cukup menghabisi satu orang. Luapan emosi itu baru bisa berkurang setelah melakukan aktivitas destruktif berikutnya.  Apakah itu menghabiskan anak atau membakar satu lokasi," papar Reza Indragiri.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Mohamad Afkar Sarvika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved