Tolak Kehadiran Pencari Suaka, Warga Kalideres Buat Spanduk Tiga Pilihan Lokasi Penampungan

Salah satu spanduk bahkan menuliskan alternatif yang seharusnya menjadi lokasi menampung pencari suaka.

Tolak Kehadiran Pencari Suaka, Warga Kalideres Buat Spanduk Tiga Pilihan Lokasi Penampungan
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Spanduk bertuliskan tempat alternatif untuk menampung pencari suaka dipasang di seberang lokasi pengungsian. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES -Spanduk penolakan warga terhadap pencari suaka makin banyak terpasang di sekitar lokasi pengungsian.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat ada beberapa spanduk yang intinya menolak lingkungan mereka dijadikan tempat pengungsian.

Salah satu spanduk bahkan menuliskan alternatif yang seharusnya menjadi lokasi menampung pencari suaka.

Dalam spanduk tersebut dituliskan tiga tempat yang seharusnya menjadi lokasi penampungan.

Ketiga tempat itu yakni Wisma Atlet Kemayoran, Rusunawa Rawa Buaya dan Rusunawa Serang Margaluyu.

Bentrok Pencari Suaka di Kalideres, Seorang Polisi Terluka, Warga Resah Hingga Sekolah Diliburkan

"Spanduk-spanduk itu memang kami warga Komplek Daan Mogot yang memasang karena seharusnya mereka tidak ditampung di lingkungan permukiman," kata Nana, warga yang sedang berada di posko keamanan pengungsi, Jumat (23/8/2019).

Selain kesal dengan pencari suaka yang disebutnya meresahkan, Nana menyebut warga sekitar juga keberatan karena mereka tak dimintai persetujuan sewaktu pencari suaka akan ditempatkan di bekas Kodim.

"Kita ini sebagai warga sini yang bayar pajak ke pemerintah merasa dilangkahi, enggak ada izin atau sowan apapun tahu-tahu ditampung disini," katanya.

Kendati demikian, Nana menyebut warga tak mau melakukan aksi unjuk rasa.

Mereka memilih menyerahkan hal ini ke tim hukum yang ditunjukan warga komplek tersebut.

"Kami sudah tunjuk lawyer, jadi mereka yang menyampaikan protes warga ke instansi terkait, karena jujur saja ini sangat menganggu," tuturnya.

Karenanya, ia memberi waktu sampai 31 Agustus 2019, sesuai keputusan yang dikeluarkan DPRD DKI Jakarta agar setelah tanggal tersebut pencari suaka harus meninggalkan gedung eks Kodim.

"Tapi kalau sampai tanggal 31 mereka masih disini, kemungkinan kami akan lakukan gugatan ke instansi yang bertanggungjawab terhadap masalah ini," katanya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved