Ibadah Haji 2019

Cerita Nenek Sumarni Menangis Lihat Kakbah dan Rasakan Hujan di Tanah Suci

Sumarni binti Keman (76), jemaah haji kloter 8 Debarkasi Jakarta Pondok Gede mengaku tak henti menangis saat tiba di Tanah Suci.

Cerita Nenek Sumarni Menangis Lihat Kakbah dan Rasakan Hujan di Tanah Suci
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Tri Wahyuni dan Sumarni, jemaah haji kloter 8 asal DKI Jakarta di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (24/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Sumarni binti Keman (76), jemaah haji kloter 8 Debarkasi Jakarta Pondok Gede mengaku tak henti menangis saat tiba di Tanah Suci.

Lanjut usia tak menghalangi langkahnya untuk bertolak ke Tanah Suci dan menjalani proses rangkaian haji.

Menjaga kebugaran fisik sejak sebulan sebelum keberangkatan, Sumarni yang telah memiliki empat cucu ini diizinkan berangkat haji tahun 2019.

Sumarni mengaku pertama kali bertolak ke Tanah Suci.

Keinginannya ini sebenarnya sudah muncul sewaktu ia berusia 7 tahun.

Mendengar para tetangganya bisa pergi haji pada saat itu, membuat hatinya merasa terpanggil.

"Alhamdulillah bisa pergi haji juga. Ini juga dibiayai menantu. Namanya keinginan dari kecil terus baru kesampaian di usia segini, saya nangis pas sampai sana. Air mata rasanya netes langsung gitu aja," ungkapnya pada TribunJakarta.com, Sabtu (24/8/2019).

Selama proses haji Sumarni didampingi oleh anak tunggalnya beserta menantunya.

Sang anak, Tri Wahyuni mendorong dirinya dengan kursi roda karena sudah tidak kuat lagi berjalan jauh.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved