Ibadah Haji 2019

Cerita Nenek Sumarni Menangis Lihat Kakbah dan Rasakan Hujan di Tanah Suci

Sumarni binti Keman (76), jemaah haji kloter 8 Debarkasi Jakarta Pondok Gede mengaku tak henti menangis saat tiba di Tanah Suci.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Tri Wahyuni dan Sumarni, jemaah haji kloter 8 asal DKI Jakarta di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (24/8/2019) 

"Alhamdulillah sampai saat ini belum ada ya untuk kloter satu dan dua. Tapi untuk keseluruhan kloter kita masih lakukan pengecekan data lagi. Kita juga perlu memastikan yang wafat ada berapa," katanya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019).

Wakil Kepala Bidang Penerimaan dan Pemberangkatan Haji Debarkasi JKG Deni Rusli juga membenarkan hal tersebut. Ia yang saat ini sedang berada di tanah suci sudah memastikan dua kloter yang tiba sudah dipulangkan ke Tanah Air.

"Semua pulang ke Tanah Air. Jadi 388 jemaah dan 5 petugas alhamdulillah berangkat semua dari sini. Untuk yang menggunakan kursi roda juga alhamdulillah sudah pulang. Jadi kloter satu dan dua aman," ucapnya.

Jemaah haji yang tiba di Gedung Serbaguna 2 Asrama Haji Pondok Gede sudah tak lagi menjalani pemeriksaan.

Para jemaah haji hanya melakukan proses penyambutan dan penerimaan jemaah sekira satu jam sebelum dipulangkan ke kota asalnya.

Untuk diketahui, berdasarkan jadwal kloter satu JKG sudah tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 16.45 WIB. Kemudian tiba di Asrama Haji Pondok Gede sekira pukul 18.30 WIB.

Sementara kloter dua dijadwalkan landing di Bandara Soekarno Hatta pukul 10.45 WIB.

Kemudian baru tiba sekira pukul 15.00 WIB di Asrama Haji Pondok Gede.

Rencananya kloter 3 Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) asal DKI Jakarta akan tiba esok hari, Rabu (21/8/2019) dan tiba di Asrama Haji Pondok Gede sekitar pukul 21.35 WIB.

Dua Kloter Jemaah Haji Sudah Tiba di Debarkasi Jakarta Pondok Gede

Suasana jemaah haji kloter 2 asal Banten di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019)
Suasana jemaah haji kloter 2 asal Banten di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Usai menjalani proses haji, ratusan jemaah haji yang termasuk dalam kloter satu asal DKI Jakarta dan kloter dua asal Provinsi Banten dipastikan tiba dengan selamat di Asrama Haji Pondok Gede.

Sebanyak 393 jemaah haji beserta petugas per kloternya ini dipastikan semuanya kembali ke Tanah Air.

"Alhamdulillah hari ini sudah kloter kedua yang datang. Awal kedatangan pada Senin (19/8/2019) untuk kloter pertama asal DKI Jakarta pada malam hari sekitar jam 20.30 WIB," kata Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Jakarta-Pondok Gede di lokasi, Selasa (20/8/2019).

Setelah landing di Bandara Soekarno Hatta, jemaah diantar menuju Asrama Haji Pondok Gede menggunakan bus dan diarahkan ke Gedung Serbaguna 2.

Jemaah akan mengikuti proses penerimaan dan menjalani istirahat sekitar satu jam dengan disuguhkan berbagai hidangan.

Jemaah haji nantinya juga akan diberikan air zam-zam sebelum dipulangkan ke kota asalnya menggunakan bus.

"Setelah selesai diberikan air zam-zam, nantinya jemaah akan diantarkan petugas ke keluarganya. Sebab pihak keluarga tidak diizinkan ke Gedung SG 2. Sedangkan rombongan akan dialihkan ke bus dan diantarkan ke kota asal," lanjutnya.

Suasana jemaah haji kloter 2 asal Banten di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019)
Suasana jemaah haji kloter 2 asal Banten di Gedung SG 2, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Selasa (20/8/2019) (TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Pantauan TribunJakarta.com, kloter dua jemaah haji sudah sampai di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedatangan para jemaah haji ini menggunakan sejumlah bus dan jemaah langsung diarahkan ke Gedung SG 2.

Sesampainya di dalam Gedung SG 2 para jemaah duduk sesuai dengan rombongannya dan diberikan hidangan serta minuman serta pengarahan dari petugas PPIH, sebelum dikembalikan ke kota asal.

5.182 Jemaah Haji Khusus Mulai Kembali Ke Tanah Air Sejak Jumat 16 Agustus 2019

Jamaah hajinindonesia kloter JKS 11 memasuki ruang tunggu fasilitas IYAB yang merupakan jalur khusus kepulangan cepat di bandara King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 16 kloter terbang jamaah haji  indonesia mendapatkan fasilitas IYAB difasilitasi oleh pemerintah arab saudi.
Jamaah hajinindonesia kloter JKS 11 memasuki ruang tunggu fasilitas IYAB yang merupakan jalur khusus kepulangan cepat di bandara King Abdul Aziz Jeddah, Selasa (20/8/2019). Sebanyak 16 kloter terbang jamaah haji indonesia mendapatkan fasilitas IYAB difasilitasi oleh pemerintah arab saudi. (Tribunnews/Dermawan/MCH2019)

Jemaah haji khusus mulai dipulangkan ke Tanah Air sejak Jumat (16/08/2019).

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus (UHK) Kementerian Agama Arfi Hatim meninjau langsung proses pemulangan jemaah haji khusus ini.

 
Dengan memantau dan mengawasi proses kepulangan jemaah haji khusus itu, dirinya bisa mengetahui pelayanan yang diberikan penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK) kepada jemaahnya.

“Kami kesini (bandara) dalam rangka melakukan pemantuan dan pengawasan kepada setiap PIHK,” kata Arfi di Jeddah. Selasa (20/8/2019).

Arfi yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian PIHK Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Abdul Muhyi berkesempatan berdialog dengan beberapa jemaah haji khusus. 

Dirinya juga diberikan beberapa masukan dan saran yang akan dijadikan bahan evaluasi perbaikan layanan ditahun mendatang.

“Rerata menyampaikan Secara umum pelayanan yg diberikan sudah baik, berdasarkan perjanjian/kesepakatan Dan ada beberapa masukan dan saran dari jemaah akan menjadi bahan evaluasi kita,” jelas Arfi.

Isa Ibnu Sutopo (50) salah seorang jemaah haji khusus mengatakan dirinya senang sekali sudah berada di Tanah suci, pelayanan yang diberikan PIHK-nya juga sudah diberikan sangat baik sesuai dengan perjanjian yang sudah disepakatinya.

“Pelayanan yang diberikan sudah baik, kita juga nyaman saat di hotel, arafah dan mina,” ujar jemaah yang tergabung dalam PIHK Citra Wisata Dunia ini.

 Kedepannya, kata Arfi, mekanisme dan pola pengawasan PIHK khususnya di bandara akan menjadi bahan evaluasi untuk memonitoring dan memantau pelaksanaan ibadah haji khusus ini, disamping pengawasan dengan menggunakan sistem berbasis elektronik SISKOPATUH (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus).

“Pengembangan dan penyempurnaan sistem pengawasan berbasis elektrik mutlak dilakukan untuk mendapatkan informasi data yang rill,” katanya.

Berdasarkan laporan PPIH Arab Saudi, sampai dengan Senin (19/08) jemaah haji khusus yang telah kembali ke Tanah Air berjumlah 5.182 jemaah, sehingga sampai hari ini pengawas PIHK telah memantau kepulangan sebanyak 126 PIHK. Sedangkan jemaah haji khusus yang wafat di Tanah Suci sebanyak 18 orang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved