Hadiri Pegelaran Budaya dan Festival Kuliner Nusantara, Gubernur Anies Singgung Persatuan

Tak hanya itu, Anies juga disambut oleh kesenian genjeh dan tari kecak asal Bali, serta pertunjukan tari mambri dari Papua.

Hadiri Pegelaran Budaya dan Festival Kuliner Nusantara, Gubernur Anies Singgung Persatuan
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat menghadiri Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara yang diselenggaran di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (24/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hadir dalam Pagelaran Budaya dan Festival Kuliner Etnik Nusantara yang diselenggaran di kawasan Monas, Gambir, Jakarta Pusat.

Pagelaran seni budaya ini sendiri diinisiasi oleh Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi DKI Jakarta.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Gubernur Anies tiba sekira pukul 09.30 WIB di kawasan Monas.

Ia tampak mengenakan pakaian sadariah lengkap dengan sarung berkelir oranye yang disandarkan pada bahu dan peci warna hitam di kepala.

Begitu tiba di lokasi acara, Anies tampak disambut oleh kesenian khas betawi, yaitu ondel-ondel dan juga kesenian khas tiongkok, yaitu barongsai.

Tak hanya itu, Anies juga disambut oleh kesenian genjeh dan tari kecak asal Bali, serta pertunjukan tari mambri dari Papua.

Puskesmas Kelurahan Kamal Muara Tetap Beroperasi Normal Meski Diterpa Kasus Obat Kedaluwarsa

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Jakarta Barat Minta PAM Siagakan Depo Air Bersih

Dalam sambutannya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyingung masalah persatuan.

Menurutnya, keberagaman di Indonesia merupakan suatu hal yang unik dan ia bersyukur semuanya itu dapat dipersatukan di Jakarta.

"Indonesia adalah bangsa yang amat beragam dan Jakarta adalah tempat dimana seluruh komponen itu ada di sini. Kita merasakan betul betapa Jakarta jadi simpul," ucapnya, Sabtu (24/8/2019).

Menurut Anies, hal ini patut disyukuri, pasalnya banyak negara yang memiliki banyak perbedaan etnis, suku, ras, dan kebudayaan, namun tidak bisa mempertahankan kesatuannya.

"Keberagaman ini tidak kita pilih, lahir betawi, putra papua atau anak minang itu di luar kontrol kita. Tapi kalau dewasa menjadi Indonesia adalah pilihan kita bersama," ujarnya.

"Kita harus dorong gimana persatuan ini hadir di tenpat ini," tambahnya menjelaskan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved