Masuki Musim Kemarau, 7 Kecamatan di Jakarta Alami Kekeringan

Memasuki musim kemarau, tujuh kecamatan di DKI Jakarta mulai mengalami kekeringan.

Masuki Musim Kemarau, 7 Kecamatan di Jakarta Alami Kekeringan
TRIBUN TIMUR/TRIBUN TIMUR/muhammad abdiwan
Ilustrasi kekeringan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Memasuki musim kemarau, tujuh kecamatan di DKI Jakarta mulai mengalami kekeringan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, beberapa kecamatan tersebut berada di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.

"Kalau di Jakarta Barat itu di Kecamatan Kalideres, Cengkareng, dan Kembangan. Sementara Jakarta Utara itu di Cilincing, Penjaringan, Pademangan, dan Koja. Wilayah itu saja yang kelihatan agak merah," ucapnya, Sabtu (24/8/2019).

Guna mengantisipasi bencana kekeringan semakin meluas, Juaini mengaku akan bekerja sama dengan sejumlah instansi untuk memberikan bantuan air bersih ke lokasi-lokasi tersebut.

"Jadi kami kerja sama dengan PD PAM menyiapkan depo-depo air bersih di lokasi yang kering itu," ujarnya saat dikonfirmasi.

Antisipasi Kekeringan, Pemkot Jakarta Barat Minta PAM Siagakan Depo Air Bersih

Kekeringan di Tangerang Berdampak pada Pelayanan Air Bersih yang Mulai Menimbulkan Bau

"Jadi nanti ada mobil tangki yang keliling nyamperin ke lokasi-lokasi kekurangan air," tambahnya menjelaskan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini kekeringan meteorologis per tanggal 20 Agustus 2019.

Berdasarkan siaran persnya, disebutkan bahwa, update 20 Agustus 2019, seluruh Zona Musim di Banten dan DKI Jakarta telah memasuki musim kemarau dan diperlukan kewaspadaan terkait ancaman bencana kekeringan.

Data menunjukan, bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari.

Sementara, prakiraan peluang curah hujan pada dasarian III Agustus dan dasaria I September 2019 menunjukkan bahwa beberapa daerah diperkirakan akan mengalami curah hujan sangat rendah (kurang dari 20mm/dasarian) dengan peluang hingga lebih dari 90% pada.

"Kedua kondisi di atas memenuhi syarat untuk dikeluarkan peringatan dini," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan, Sukasno, dalam rilisnya, yang diterima Rabu (21/8/2019).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Rr Dewi Kartika H
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved