Ajak Aktivis Lingkungan dan Ilmuwan, Kadis Kehutanan DKI Bakal Bikin Narasi Tentang Instalasi Gabion

"Kami akan membuat narasi di sekitar instlasi Gabion, salah satunya ingin menginformasikan bahwa batu yang digunakan, batu Gamping," jelas Suzi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsita, saat setelah melakukan konferensi pers, di dekat instalasi Gabion, kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan bakal bekerja sama dengan sejumlah aktivis lingkungan dan Ilmuwan untuk membuat narasi tentang informasi instalasi Gabion.

Hal tersebut dilakukan pihak Dinas Kehutanan DKI Jakarta, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui tentang instalasi Gabion.

"Kami akan membuat narasi di sekitar instlasi Gabion, salah satunya ingin menginformasikan bahwa batu yang digunakan, batu Gamping," jelas Suzi, saat konferensi pers, di dekat instalasi Gabion, kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Bantah Riyanni Djangkaru, Kepala Dinas Kehutanan DKI Tegaskan Instalasi Gabion Gunakan Batu Gamping

Dia melanjutkan, hal itu juga dilakukan sebagai sarana sejarah dan informasi bagi masyarakat yang sedang berada di dekat instalasi Gabion.

"Misalnya, anak-anak sekolah maupun orang awam datang, ini juga bisa edukasi mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak Dinas Kehutanan DKI Jakarta telah menerima masukan dari kalangan aktivis, ilmuwan, dan masyarakat tentang pengecekan batu instalasi Gabion tersebut.

"Kita sudah berkomunikasi dengan aktivitas, bahwa memang sangat dimengerti sekali kalau ada kekhawatiran tentang Gabion," tuturnya.

Dinas Kehutanan DKI Jakarta, lanjutnya, telah mendapat informasi detail dari ilmuwan dari Universitas Indonesia, tentang sejarah batu Gamping.

"Kita periksa bersama-sama dan dinyatakan oleh geologi dari UI, bahwa itu adalah batu Gamping," jelasnya.

Batu Gamping, sambungnya, terproses dari jutaan tahun yang sedari awal memang berasal dari batu karang.

"Proses jutaan tahun menjadi batu Gamping. Jadi sama sekali tidak benar kalau yang kami gunakan itu adalah terumbu karang," kata Suzi.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved