Respon Kapolda Metro Jaya Soal Polri jadi Incaran Teroris

Gatot Eddy Pramono tak menampik anggota Polri dan TNI jadi incaran kelompok terorisme karena dianggap 'pengganggu' oleh teroris.

Respon Kapolda Metro Jaya Soal Polri jadi Incaran Teroris
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Purnomo melakukan peninjauan ke lokasi aksi 22 Mei di Jalan M. H. Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan polisi masih jadi target utama kelompok teroris dalam melancarkan aksinya di Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono tak menampik anggota Polri dan TNI jadi incaran kelompok terorisme karena dianggap 'pengganggu' oleh teroris.

"Karena memang Polri-TNI mencegah berkembangnya terorisme itu. Mereka (teroris) menyebut anggota Polri dan TNI thoghut. Sehingga buat mereka halal untuk jadi sasaran terorisme," kata Gatot di Universitas Unindra, Jakarta Timur, Minggu (25/8/2019).

Meski belum mendapat data teranyar apakah terjadi peningkatan dalam kasus penyerangan kepada aparat, Gatot menyebut aparat masih diincar.

Dia mencontohkan kasus penyerangan yang terjadi di Polsek Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (17/8/2019) yang melukai seorang anggota.

"Bagaimana anggota kita yang di jalan tol diserang, terakhir kasus di Wonokromo anggota kita diserang dengan parang. Itu salah satu contohnya," ujarnya.

Meski jadi target kelompok teroris, Gatot menyatakan TNI-Polri tak gentar menindak teroris yang membahayakan masyarakat.

Dia menyebut sudah tugas aparat menjamin warga Indonesia dapat hidup nyaman tanpa merasa cemas karena teroris.

"Kita tidak takut dan tidak pernah mundur. Polri-TNI tidak takut kepada terorisme. Karena memang itu tugas kita, dan itu harus kita sikapi dengan langkah tegas terhadap mereka (teroris)," tuturnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Direktur Pencegahan BNPT Suaib Tahir mengatakan anggota Polri jadi incaran karena teroris menaruh dendam.

Dalam kajian The Habibie Centre (THC) sepanjang tahun 2017-2018, 74 persen dari serangan teroris ditujukan pada kepolisian.

"Memang jadi target utama saat ini karena kebetulan yang menangani masalah terorisme ini kan adalah kepolisian. Ada dendam terhadap aparat-aparat kepolisian karena mereka yang menangkap teroris," ujar Suaib saat ditemui dalam diskusi dan peluncuran buku " kata Suaib, Selasa (20/8/2019). 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved