Tim Teknis dari Dinas Kehutanan Pemprov DKI yang Jadi Inisiator Pembuatan Instalasi Gabion

Suzi melanjutkan, pembuatan instalasi Gabion sama sekali tak melibatkan para seniman.

Tim Teknis dari Dinas Kehutanan Pemprov DKI yang Jadi Inisiator Pembuatan Instalasi Gabion
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Instalasi batu Gabion yang menghiasi kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Rabu (21/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, menyebut tim teknis dari Dinas Kehutanan DKI Jakarta yang menginisiasi instalasi Gabion.

"Awal yang membuat intalasi Gabion ini adalah tim teknis Dinas Kehutanan," kata Suzi, saat konferensi pers, di dekat instalasi Gabion, kawasan Bundaran HI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2019).

Suzi melanjutkan, pembuatan instalasi Gabion sama sekali tak melibatkan para seniman.

"Tidak ada seniman di sini. Inni betul-betul asli hasil karya tim teknis Dinas Kehutanan," jelasnya.

Selanjutnya, tim teknis dari Dinas Kehutanan ini langsung membuat desain instalasi Gabion tersebut.

"Kemudian menghitung anggarannya, mencari batunya, kami menggunakan tanamannya juga dari kebun bibit sendiri, dan juga dynamite katalog," tutur Suzi.

Batu Gamping yang ditempatkan di instalasi Gabion tersebut, lanjutnya, dibeli dari penjual batu di kawasan DKI Jakarta.

"Lazimnya orang penjual batu, kami beli batu Gampingnya di tempat penjual batu biasa di Jakarta," ujarnya.

Dia menambahkan, anggaran Rp 150 juta seperti yang diinformasikan sebelumnya, bukan untuk pembelian batu Gamping dan jaring besi pelindungnya.

Namun, kata Suzi, anggaran Rp 150 juta tersebut juga termasuk anggaran (dekorasi kota) dan sebagainya.

"Kami menghias kota, ada pembuatan umbul-umbul. Getah-getih juga salah satu ornamen dalam menyambut asean games waktu itu," ucap Suzi.
Menurutnya, instalasi Gabion juga menjadi simbol penerapan lingkungan di ibu kota.

"Iya, ini juga sebagai simbol penerapan lingkungan. Selain batu Gamping, kan ada juga tanaman di sana," imbuh Suzi.

Dan tanaman yang terdapat pada instalasi Gabion, sambungnya, dinilai mampu menyerap polutan.

"Kemudian, tanaman itu penyerap polutan terdepan. Dinas Kehutanan akan membuat (rain garden), yang nantinya mampu menyerap air," kata Suzi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved