Bunuh Istri karena Tolak Hubungan Badan, Kejiwaan Jumharyono Diperiksa

Saat diperiksa penyidik pria yang berprofesi sebagai kuli semangka itu dinilai waras

Bunuh Istri karena Tolak Hubungan Badan, Kejiwaan Jumharyono Diperiksa
Istimewa
Kediaman Jumharyono di Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (6/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Penyidik Unit Reskrim Polsek Kramat Jati masih berupaya merampungkan berkas perkara Jumharyono (43) yang  menghabisi nyawa istrinya Khoriah pada Kamis (15/8/2019) dini hari.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati Iptu Dicky mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan Jumharyono yang ditangani dokter jiwa RS Polri Kramat Jati.

"Tersangka masih di RS Polri, masih diperiksa kejiwaannya. Dari minggu lalu tersangka sudah diperiksa kejiwaannya, biasanya pemeriksaan paling lama 14 hari," kata Dicky di Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (26/8/2019).

Meski saat diperiksa penyidik pria yang berprofesi sebagai kuli semangka itu dinilai waras, pemeriksaan jiwa secara medis tetap perlu dilakukan.

Dicky menentukan pemeriksaan jiwa dilakukan guna menyempurnakan berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur atau P16.

"Untuk melengkapi semua pemberkasan, secara pemberkasan. Untuk mengetahui kondisi kejiwaannya juga, emosional tersangka. Karena dokter yang lebih paham," ujarnya.

Perihal apa pemeriksaan jiwa yang dilakukan terkait perilaku hypersex, Dicky tak membenarkan atau membenarkan hal tersebut.

Dia hanya mengatakan sepanjang pemeriksaan yang dilakukan penyidik Unit Reskrim Polsek Kramat Jati, Jumharyono dinilai sehat secara jasmani dan rohani.

"Itu (hypersex) dokter yang tahu, karena kondisi si pelaku ini memang sehat. Tidak dalam gangguan jiwa, tetapi kita meminta bantuan dokter untuk mencari tahu apa yang membuat pelaku seperti itu," tuturnya.

Saat menghabisi nyawa Khoriah di kontrakan Jalan Dukuh V RT 10/RW 05 Kelurahan Dukuh, Jumharyono mengaku tindakannya didasari karena kesal permintaan hubungan badannya ditolak.

Dia menghabisi nyawa istri ketiganya dengan batu yang membuat nyaris seluruh wajah Khoriah luka dan pendarahan di bagian otak.

Penggerebekan Anggota DPD RI Aceng Fikri, Ternyata Ada Polisi Militer, Satpol PP: Kita Angkut Dulu

Digerebek Satpol PP Saat Menginap di Hotel, Aceng Fikri Blak-blakan: Akan Somasi Wali Kota Bandung

Jumharyono yang berupaya bunuh diri dengan cara membakar diri juga beberapa kali menusuk Khoriah menggunakan pisau dan gunting.

"Tersangka dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan 351 tentang penganiayaan. Ancaman hukuman maksimal vonis mati atau penjara seumur hidup," lanjut Dicky. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved