Kekeringan, Warga Kamal Jakarta Barat Harus Tambah Pengeluaran Buat Dapatkan Air Bersih

Ancaman kekeringan sudah dirasakan oleh sebagian warga di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.

Kekeringan, Warga Kamal Jakarta Barat Harus Tambah Pengeluaran Buat Dapatkan Air Bersih
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Penjual air bersih sedang mengisi air ke jerigen. Musim kemarau ini membuat penjualan air bersih meningkat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Ancaman kekeringan sudah dirasakan oleh sebagian warga di Kelurahan Kamal, Kalideres, Jakarta Barat.

Akibatnya, warga harus menambah pembelian air bersih untuk kebutuhan sehari-sehari.

Salah satunya, Wanti (40), ibu rumah tangga ini dalam sehari harus membeli empat jerigen air bersih dari dari tukang air keliling untuk keperluan minum, memasak, mandi hingga mencuci.

"Sekarang beli airnya jadi nambah. Kalau biasanya beli satu jerigen doang sehari buat minum sama masak, sekarang buat mandi dan nyuci juga mesti beli karena air tanahnya udah sedikit dan bau," katanya, Senin (26/8/2019).

Bagi warga Kamal, membeli air bersih memang sudah menjadi rutinitas mereka.

Sebab, air tanah ditempat ini kualitasnya buruk sehingga tak bisa digunakan untuk aktivitas warga.

"Disini juga enggak pakai PAM karena belum masuk, makanya mau enggak mau nambah pengeluaran buat beli air," tuturnya.

Ancaman kekeringan yang dialami warga diakui oleh Rudi (44), penjual air bersih keliling di wilayah Kamal.

Sudah beberapa pekan ini, ia menyebut jumlah pembeli air bersih meningkat hingga dua kali lipat.

"Iya jadi makin banyak yang beli, karena biasanya warga cuma beli buat minum dan masak," kata Rudi yang dalam sehari mampu menjual hingga 70 jerigen air bersih.

Resmi Beredar di Indonesia, Simak Spesifikasi Ponsel Infinix S4: Resolusi Kamera Selfie 32 MP

Simon McMenemy Punya Alasan Khusus Gelar Latihan dan Uji Coba Secara Tertutup

Kendati permintaan meningkat, Rudi menyebut harga jual air bersih masih sama yakni Rp 3000 per jerigennya.

"Harga masih sama, karena yang beli pelanggannya semua, cuma belinya aja sekarang jadi lebih banyak," katanga.

Diketahui, wilayah Kalideres memang merupakan salah satu wilayah di Jakarta yang terancam kekeringan saat musim kemarau panjang saat ini.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved