Dampak Kemarau Panjang, Petani di Kalideres Kerap Gagal Panen

Petani yang memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian ini mengaku sudah beberapa kali mengalami gagal panen.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Petani kangkung sedang memetik tanamannya di Kalideres, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Dampak kemarau panjang sudah mulai dirasakan para petani di wilayah pinggiran Jakarta.

Seperti yang dialami para petani sayuran di kawasan Rawa Lele, Kalideres, Jakarta Barat.

Petani yang memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan pertanian ini mengaku sudah beberapa kali mengalami gagal panen.

Selain karena kurangnya ketersediaan air, kondisi tanah yang mengering ditambah cuaca yang terlalu terik membuat sayuran yang mereka tanam layu dan mati.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, tanah di lahan ini memang terlihat retak-retak dan mengeras lantaran kurangnya disiram.

Sayuran kangkung dan bayam yang ditanam di lahan ini hanya sedikit yang terlihat segar. Sebab, mayoritas tanaman terlihat menguning dan tak bisa dipanen.

Sedangkan lahan di tempat ini untuk sementara dibiarkan tak ditanami sayuran apapun.

Cerita Pilu Sarita Abdul Mukti Cerai Namun Tetap Harmonis Demi Anak, Ussy Sulistiawaty : Gila Sih!

Ibu Empat Orang Anak Tewas Gantung Diri di Depok, Pemicunya Diduga Masalah Keluarga

Sementara kondisi air yang mengaliri lahan pertanian saat ini hanya sedikit.

"Percuma ditanamin semua, banyak gagal panennya kalau kondisinya terlalu panas kayak gini," kata Wiskan, petani di lahan tersebut, Selasa (27/8/2019).

Kendati masih ada sayuran yang dipanen, Wiskan menyebut proses penanaman dan kualitas sayuran berbeda bila saat kondisi normal.

"Biasanya kangkung ini tiga minggu panen, tapi sekarang satu bulan baru bisa dipetik, itu juga kondisinya enggak begitu bagus, harganya anjlok jadinya," katanya.

Sebagai petani, Wiskan tentunya berharap segera turun hujan agar sawah yang digarapnya kembali subur.

"Obatnya cuma hujan aja ini, soalnya biar kita rajin siramin tapi kalau emang kondisinya panas tetap aja layu," katanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved