Dibutuhkan Rp466 Triliun Pindahkan Ibu Kota Baru ke Kaltim, 19% Pakai Uang Negara, Sisanya?

"Risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, tanah longsor," jelas Jokowi.

Dibutuhkan Rp466 Triliun Pindahkan Ibu Kota Baru ke Kaltim, 19% Pakai Uang Negara, Sisanya?
YouTube/Kompas Tv
Presiden Jokowi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan lokasi ibu kota baru pada Senin (26/8/2019) kemarin.

Rencananya ibu kota baru berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dua lokasi tersebut dipilih Jokowi untuk menjadi ibu kota baru karena dinilai memiliki risiko bencana yang minimal.

"Risiko bencana minimal, baik bencana banjir, gempa bumi, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, tanah longsor," jelas Jokowi.

Selain itu, Kalimantan Timur juga dianggap sebagai lokasi strategis yang berada di tengah Indonesia.

Kemudian, kedua lokasi tersebut dinilai berdekatan dengan wilayah perkotaan yang telah berkembang seperti Balikpapan dan Samarinda.

Bahkan, tersedia lahan yang dikuasai pemerintah sekitar 180 ribu hektare di Kalimantan Timur.

BREAKING NEWS : Penajam Paser Utara & Kukar Jadi Lokasi Ibu Kota Negara Baru, Ini Alasan Jokowi

Tangis Ibunda Ipda Erwin Polisi Terbakar di Cianjur: Ikhlaskan Erwin Ya Bu, Maafkan Semua Dosanya

Dalam konferensi pers tersebut, Jokowi juga menjelaskan bahwa rencana pemindahan ibu kota telah ada semenjak Presiden Ir Soekarno.

"Indonesia telah merdeka 74 tahun lebih tetapi Indonesia belum merancang ibu kota negaranya sendiri," papar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan ibu kota negara harus pindah karena beban yang ditanggung Jakarta sudah terlalu berat sebagai pusat pemerintahan, bisnis, keuangan, perdagangan dan jasa.

Halaman
1234
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved