Pernah Dikirim ke Panti Sosial, Pak Ogah di Duren Sawit Masih Berkeliaran

Dari tangan sembilan pak ogah, anggota Satpol PP Kecamatan Duren Sawit berhasil mengamankan puluhan ribu 

Pernah Dikirim ke Panti Sosial, Pak Ogah di Duren Sawit Masih Berkeliaran
ISTIMEWA
Anggota Satpol PP Kecamatan Duren Sawit saat mengamankan pak ogah di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (27/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Sembilan pak ogah yang kerap meminta uang secara paksa di wilayah Kecamatan Duren Sawit diamankan anggota Satpol PP Kecamatan Duren Sawit dan jajaran Sudin Sosial Jakarta Timur.

Kasatpol PP Kecamatan Duren Sawit Andik Sukaryanto mengatakan razia yang dilakukan hari ini merupakan kesekian kalinya dilakukan dan berhasil mengamankan sejumlah pak ogah.

Meski sudah pernah digelandang ke panti sosial dan diberi pembinaan, banyak pak ogah yang masih nekat memaksa pengguna jalan memberi uang sebagai imbal jasa.

"Meski sudah ditindak, namun mereka masih tetap menjamur dan adalagi. Razia ini sudah kesekian kalinya kita lakukan," kata Andik di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (27/8/2019).

Dari tangan sembilan pak ogah, anggota Satpol PP Kecamatan Duren Sawit berhasil mengamankan puluhan ribu Rupiah yang diduga hasil memeras pengguna jalan di putaran arah.

Lantaran kerap memaksa pengguna jalan, Andik menuturkan pihaknya kerap mendapat laporan dari warga yang merasa terganggu.

"Uangnya kami sita untuk dijadikan barang bukti dan para pak ogah yang terjaring kami kirim ke panti sosial," ujarnya.

Tak hanya meresahkan warga, Andik menyebut keberadaan para pak ogah juga mengakibatkan kemacetan karena seenaknya mengatur arus lalu lintas.

Mereka memanfaatkan waktu pergantian tugas saat personel Sudin Perhubungan Jakarta Timur sedang tak bertugas mengatur lalu lintas.

"Apalagi selama ini pengendara kesal karena pak ogah meminta secara paksa dan menjadi penyebab kemacetan," tuturnya.

Selain pak ogah, Andik mengatakan hasil razia Satpol PP Kecamatan Duren Sawit dan jajaran Sudin Sosial Jakarta Timur berhasil menjaring tiga pedagang asongan.

Mereka diamankan karena melanggar Perda No. 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum dan bakal dikirim ke panti sosial untuk mendapat pembinaan.

"Ini akan terus kami lakukan sampai mereka capek di razia. Karena akan kami lakukan terus menerus," kata Andik.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved