Sulitnya Akses Bagi Penyandang Disabilitas, Mulai dari Fasilitas hingga Pendidikan

Eka Setiawan, penyandang disabilitas yang menceritakan singkat tentang wisata masa lalunya tersebut.

Sulitnya Akses Bagi Penyandang Disabilitas, Mulai dari Fasilitas hingga Pendidikan
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Suasana massa aksi dari para penyandang disabilitas di kawasan Monas, dekat patung kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (27/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sejak lahir pada 37 tahun silam, pria kelahiran Jakarta ini tak memiliki tangan kiri dengan utuh.

Semasa kecil, dirinya kerap mendapatkan cemooh dan tatapan sinis dari orang lain.

Dirinya menyatakan merasa malu saat bersosialisasi dengan kawannya, saat itu.

Sebab, kata dia, kawan-kawannya memiliki organ tubuh lengkap.

Sementara, dia tidak seperti itu.

Tetapi, Ibu dan Ayahnya selalu mendukung dia untuk tetap semangat.

"Jangan menyerah. Kelak, kamu bakal mendapatkan teman yang paham dan mengerti perbedaan," ucapnya, menirukan pesan Ibu dan Ayahnya.

Adalah Eka Setiawan, penyandang disabilitas yang menceritakan singkat tentang wisata masa lalunya tersebut.

Eka, sapaannya, mengatakan sejak duduk di bangku sekolah, dirinya kerap mendapat perlakuan berbeda oleh beberapa gurunya.

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved