Breaking News:

Rusuh di Papua

270 Ribu Kanal Menyebarkan Hoaks Pascakerusuhan Papua, Twitter Penyumbang Terbesar

"Paling banyak penyebaran di Twitter di Youtube, Instagram, dan Facebook. Ini yang buat pemerintah masih memanajemen, merespon situasi ini," ujar Rudi

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Ega Alfreda
Menteri Kominfo Republik Indonesia, Rudiantara saat ditemui di Hotel Atria, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Wartaan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA DUA - Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mencatat masih ada 270 kanal yang menyebarkan berita hoaks.

Penyebaran berita melalui internet dan berbagai sosial media tersebut terhitung sejak akhir pekan lalu pada hari Minggu (25/8/2019).

Menurut Menteri Kominfo Republik Indonesia, Rudiantara, berita-berita yang berpotensi menyulut perpecahan dan mengadu domba tersebut masih ramai bergulir di dunia maya pasca kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

"Jumlah URL-nya, kanal menyebarkan hoaks sendiri itu sampai dengan akhir minggu kemarin sudah lebih dari 270 ribu. Artinya orang sengaja menggunakan isu ini, 270 ribu bayangkan," ungkap Rudiantara di Hotep Atria, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Kanal tersebut, lanjutnya, bisa melalui penyebaran via grup di WhatsApp, bisa melalui media sosial lainnya.

Seperti YouTube, Twitter, Facebook, Instagram dan media sosial lainnya yang dikelola secara perorangan.

"Paling banyak penyebaran di Twitter di Youtube, Instagram, dan Facebook. Ini yang buat pemerintah masih memanajemen, merespon situasi ini," ujar Rudiantara.

Bentuk penyebaran berita hoaks pun dibungkus dalam berbagai macam seperti foto, video, bahkan sebuah dokumentasi yang diubah faktanya.

Faktanya, kata Rudiantara, literasi dan pengetahuan sebagian warga Indonesia masih minim soal pengelolaan informasi di dunia maya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved