Jasad Terpanggang Dalam Mobil

RS Polri Kramat Jati Siap Terima Anak Tiri Pembakar Pupung Sadili

RS Polri Kramat Jati siap menerima kedatangan Geovani Kelvin (24) pelaku pembakaran Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana.

RS Polri Kramat Jati Siap Terima Anak Tiri Pembakar Pupung Sadili
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - RS Polri Kramat Jati siap menerima kedatangan Geovani Kelvin (24) yang merupakan pelaku pembakaran Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23).

Meski tak memiliki ruang isolasi khusus bagi pasien luka bakar, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan pihaknya masih bisa merawat Kelvin.

Pasalnya luka bakar yang dederita akibat terkena kobaran api yang dia sulut ke jasad Pupung dan Dana pada Minggu (25/8/2019) tak terbilang parah, yakni 30 persen.

"Kalau 30 persen kita masih bisa nerima. Kalau kemarin yang kita kirim kan 64 persen, yang Ipda Erwin itu kan isolasinya benar-benar isolasi. Kalau 30 persen tidak terlalu isolasi, masih semi, bisa itu," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Rabu (28/8/2019).

Dengan tingkat 30 persen, luka bakar yang diderita Kelvin diperkirakan tak sampai membahayakan organ dalam tubuh pemuda itu.

Namun hingga kini Edy menuturkan belum menerima kabar pasti dari Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) terkait bakal dirujuknya Kelvin ke RS Polri Kramat Jati.

"Kalau mau dikirim ke sini kita bisa terima, kalau 30 persen enggak terlalu sulit. Apalagi terbakarnya mungkin enggak terlalu dalam," ujarnya.

Perihal alasan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati yang tak memiliki ruang isolasi khusus bagi pasien luka bakar, Edy menyebut ada sejumlah pertimbangan.

Pertama yakni penjagaan dari penyidik yang dikhawatirkan menganggu pelayanan kepada pasien di RSPP Jakarta Selatan, kedua masalah administrasi.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved