Tengkorak Rusak Terpanggang, RS Polri Tak Bisa Ambil Sampel Otak Dana

Dia enggan menyebut bagian tengkorak Dana rusak karena secara medis kedua jasad belum teridentifikasi sebagai Pupung dan Dana.

Tengkorak Rusak Terpanggang, RS Polri Tak Bisa Ambil Sampel Otak Dana
Kompas.com/ Facebook Pupung Sadili
Pupung Sadili menjadi korban pembunuhan dan jasadnya dibakar di dalam mobil di Cidahu, Sukabumi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Kobaran api yang memanggang Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23) tak hanya mengakibatkan bagian tulang jari dan kaki korban lenyap atau jadi abu.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan bagian tengkorak Dana hancur akibat terpanggang dalam mobil pada Minggu (25/8/2019) siang.

"Yang umurnya masih muda (tengkoraknya rusak), kan yang satu satu dewasa tua, yang satu dewasa muda. Itu yang dewasa muda," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (28/8/2019).

Dia enggan menyebut bagian tengkorak Dana rusak karena secara medis kedua jasad belum teridentifikasi sebagai Pupung dan Dana.

Edy hanya menuturkan bahwa tim dokter forensik mendapati satu dari jasad korban pembunuhan yang didalangi Aulia Kesuma dan Geovani Kelvin.

"Saya enggak ngomong Dana ya, kan belum diidentifikasi. Tapi itu yang (tengkoraknya rusak) dewasa muda, kelihatan. Karena giginya berbeda dengan pola gigi yang dewasa tua," ujarnya.

Persija Jakarta Hanya Diperkuat 2 Pemain Asing, Julio Banuelos Akui Butuh Tambahan Pemain Baru

Diimbangi PSM Makassar, Pelatih Persija Jakarta Sebut Timnya Tidak Beruntung

Persija Jakarta Vs PSM Makassar Berakhir 0-0 Hingga Peluit Babak Kedua Ditiupkan Wasit

Dampak rusaknya bagian tengkorak membuat tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati tak dapat menjadikan bagian otak Dana sampel untuk keperluan autopsi.

Padahal sampel bagian tubuh korban perlu guna memastikan Pupung dan Dana lebih dulu dihabisi lalu dibakar atau dibakar dalam keadaan hidup.

Hasil autopsi penting karena mendukung keterangan yang didapat penyidik dari para tersangka dan masuk dalam berkas perkara karena bersifat ilmiah.

"Tengkorak yang bagian otaknya masih bagus, bisa diperiksa, diambil. Karena ada satu yang terbakar, sudah tidak bisa lagi (diperiksa)," tuturnya.

Secara medis, Edy menjelaskan sudah tak mungkin memastikan apakah Pupung dan Dana mengalami penganiayaan sebelum dibakar karena kedua jasad sudah hangus.

Namun jenis racun yang racun yang diminum Pupung sebelum tewas dapat ditelusuri karena sisa racun tertinggal dalam organ dalam.
--
Sent from myMail for Android

Penulis: Bima Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved