Viral Video Dugaan Pungli Akta Kelahiran Kelahiran di Kresek Tangerang, Bupati Angkat Bicara

warga Kresek seringkali mendapatkan perlakuan yang sama yakni dimintai sejumlah uang untuk dapat mengambil akta kelahiran.

Viral Video Dugaan Pungli Akta Kelahiran Kelahiran di Kresek Tangerang, Bupati Angkat Bicara
TribunJakarta/Ega Alfreda
Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar saat ditemui di Hotel Atria, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Baru-baru ini media sosial Instagram dihebohkan dengan video amatir yang menayangkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Tangerang.

Video viral tersebut pertama kami diunggah oleh akun Instagram @infotangerang.id yang menayangkan video dugaan praktik pungli di Kantor Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.

Diketahui, warga yang merekam video tersebut ingin mengambil kata kelahiran namun dimintai uang administrasi sebesar Rp 100 ribu untuk mengeluarkan dokumen yang dimaksud.

"Saya sempat negosiasi dan hanya mempunyai uang 25 ribu tapi pegawai tersebut memaksa untuk membayar 100rb," penggalan tulisan di akun Instagram @infotangerang.id.

Menurut keterangan di akun tersebut, warga Kresek seringkali mendapatkan perlakuan yang sama yakni dimintai sejumlah uang untuk dapat mengambil akta kelahiran.

Padahal, Kementerian Dalam Negeri telah membebaskan biaya administrasi untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan kematian.

Sebagai informasi, aparat yang masih memungut biaya diancam pidana hukuman penjara dua tahun atau denda seberat-beratnya Rp25 juta.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan sudah menyerahkan sepenuhnya investigasi kepada Inspektorat.

"Sedang diselidiki sama Inspektorat yaa itu, lagi pula transaksi itu enggak jelas minta duit berapa duit terus kapan itu coba aja dilihat. Bukan saya membela dan proteksi, biarkan saja nanti Inspektorat bekerja untuk memeriksa," ujar Zaki saat ditemui di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Game Android Karya Anak Didik BBPLK Bekasi Belum Tersedia di GooglePlay: Ini Waktu Peluncuran

Kemenag Tangsel Harap Sosok Wali Kota Pengganti Airin Paham Demografi dan Junjung Toleransi

Dikira Menodong, 3 Manusia Silver di Pondok Bambu Diamankan Warga

Untuk mempertegas soal video yang terlanjur viral itu, Zaki meminta kepada korban atau pun pengunggah video untuk mengklarifikasi dan melaporkannya langsung ke Pemerintahan Kabupaten Tangerang.

"Enggak ada juga kalimat negosiasi atau perekaman ketika diberikan duitnya, nah ini yang perlu diklarifikasi. kalau bisa si pelapor atau yang meng-upload videonya lapor juga ke kita biar kita lebih jelas," tutup Zaki.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved