Pemilik Warung yang Disinggahi Pembunuh Tukang Ayam: Ngaku Dibegal Hingga Minta Ongkos Pulang

Kepada keduanya, pelaku mengakui bahwa dirinya baru saja menjadi korban begal di kawasan Grogol, dan berjalan kaki hingga ke warung tersebut.

Pemilik Warung yang Disinggahi Pembunuh Tukang Ayam: Ngaku Dibegal Hingga Minta Ongkos Pulang
ISTIMEWA
Pelaku ketika singgah di warung kopi nurman dalam kondisi masih mengenakan kaos yang berlumuran darah.

Ketika ditanya alamat, Andi mengaku tinggal indekos di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, seorang diri.

Hingga akhirnya, Ade pun memutuskan untuk memesan ojek daring untuk pelaku pulang ke rumahnya.

“Akhirnya kami sepakat untuk memulangkan pelaku, saya pesan ojek online. Tarifnya Rp 10 ribu tapi dia saya kasih Rp 15 ribu,” ucapnya.

Keesokan harinya, Nurman mendapat kabar bahwa ditemukan satu unit motor Suzuki Smash didalam aliran Kali Krukut dekat warung kopinya.

Firasat Nurman pun langsung menjadi buruk, dugaannya langsung mengarah pada pemuda yang mengaku sebagai korban begal dan singgah di warung kopinya kemarin malam.

“Firasat saya ini motor pasti ada sangkut pautnya sama bocah yang semalam ngaku dibegal,” ujar Nurman.

Kemudian, sore hari sejumlah petugas kepolisian mendatangi warung kopi dan menanyakan Nurman dan Ade apakah keduanya melihat orang mencurigakan dari peristiwa penemuan motor tersebut.

Ade dan Nurman pun memberikan seluruh kesaksiannya, dan tak menyangka bahwa pemuda yang ditolongnya tersebut berkaitan dengan kasus penemuan mayat seorang pria di kawasan Grogol.

“Gak nyangka sama sekali, kaget sejadi-jadinya. Polos banget orangnya gak nyangka ternyata dia pembunuhnya,” ujar Ade dan Nurman.

Pelarian Andi Mardiyansyah pun berakhir sudah, petugas berhasil menangkapnya di kawasan Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dini hari tadi.

Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah mengatakan, pelaku diamankan beserta barang bukti kaos berlumuran darah yang ia kenakan ketika menghabisi nyawa korban dan satu unit handphone milik korbannya.

“Barang bukti yang diamankan adalah pakaian yang digunakan pelaku ketika melakukan perbuatannya, dan juga handphone milik korban,” ujarnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved