Petugas Gabungan Tertibkan 82 Bangunan Liar di Lokasi Milik Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 973 petugas gabungan lakukan penataan dan penertiban bangunan liar di kawasan Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur.

Petugas Gabungan Tertibkan 82 Bangunan Liar di Lokasi Milik Pemprov DKI Jakarta
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana penataan dan penertiban bangunan liar di atas aset Dinas PKP Provinsi DKI Jakarta di Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Sebanyak 973 petugas gabungan lakukan penataan dan penertiban bangunan liar di kawasan Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Satpol PP, Petugas Penanganan dan Prasarana Umum (PPSU), Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Sudin Sumber Daya Air Jakarta Timur, Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Sudin Bina Marga Jakarta Timur melakukan apel terlebih dulu di Gelanggang Remaja Rawamangun.

Suasana penataan dan penertiban bangunan liar di atas aset Dinas PKP Provinsi DKI Jakarta di Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2019)
Suasana penataan dan penertiban bangunan liar di atas aset Dinas PKP Provinsi DKI Jakarta di Jalan Ahmad Yani, Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Dalam apel, seluruh petugas dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Timur M Anwar dan saat pelaksanaan penertibab dipimpin oleh Wakil Wali Kota Jakarta Timur Uus Kuswanto.

"Hari ini kita akan melakukan penataan dan penertiban pada aset Pemda seluas 9.827 m² dikawasan Jalan Ahmad Yani. Tentunya ini lokasi milik Damkar yang pada tahun 2010,ahli waris menjual ke Damkar," ucapnya di Pulogadung, Kamis (29/8/2019).

Untuk diketahui, tanah seluas 9.827 m² ini merupakan kepemilikan aset Dinas PKP Provinsi DKI Jakarta.

Di atas tanah tersebut terdapat sejumlah bangunan liar yang terdiri dari 82 unit.

Kemudian ditinggali oleh 66 Kepala Keluraga (KK) yang berisikan 283 jiwa.

Sebanyak 32 jiwa merupakan warga asli DKI Jakarta dan 172 ber-KTP non DKI.

Sebelum melakukan penertiban, pihak sudah melakukan sosialiasi hingga pemberitahuan terakhir.

Halaman
12
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved