Pabrik Produksi Bau Tidak Sedap Diduga Penyebab 14 Santri Tangerang Asma Terancam Kena Sanksi

Pabrik yang diduga menjadi penyebab 14 santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terancam dipidana.

Pabrik Produksi Bau Tidak Sedap Diduga Penyebab 14 Santri Tangerang Asma Terancam Kena Sanksi
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Siti Aat Apriani (13) kelas 2 MTS di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang menjadi korban bau tidak sedap karena limbah pabrik, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR KEMIS - Pabrik yang diduga menjadi penyebab 14 santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang terancam dipidana.

Wakapolresta Tangerang, AKBP Komarudin menjelaskan apa bila pabrik yang berjarak satu kilometer dari ponpes tersebut terbukti menyalahgunakan aturan yang ada maka akan ada sanksi berat.

Terutama sanksi pidana yang akan disesuaikan dengan pasal yang berlaku.

"Sudah pasti ada sanksi, penyebab entah dari pabrik atau dari mana pasti kita dalami, termasuk perizinannya hingga mekanisme dalam memproduksi segala pasti kita dalami," ungkap Komarudin di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis (29/8/2019).

Kata Komarudin, hingga saat ini polisi masih terus mengejar apa yang menjadi penyebab utama 14 santri yang menjadi korban polusi udara tersebut.

Namun, kejadian yang menggegerkan Tangerang tersebut ternyata baru pertama kali terjadi.

Pengakuan Santri Sesak Nafas Hingga Pingsan Saat Mencium Limbah Pabrik di Tangerang

Tiket Honda DBL DKI Jakarta North Region Ludes Terjual, Ini Alternatif Bagi yang Ingin Menonton

"Informasi pertama kali terjadi sementara belum berani simpulkan penyebab mereka sesak nafas. Karena kalau dari udara ya harusnya lingkungan sekitar harusnya kena juga," ungkap Komarudin.

Kejadian tersebut terungkap setelah sebuah video yang menampilkan belasan santri yang mendadak pingsan dan sesak nafas saat sedang melaksanakan kegiatan belajar mengajar.

Bahkan dari video tersebut banyak santri lain yang membantu memberikan bantuan berupa tabung oksigen.

"Kejadiannya ketika ngaji rutin, anak-anak di dalam kelas. Setelah itu di dalam kelas mencium bau yang sangat bau, menyesak, semua mengalami itu. Karena ngaji sudah hampir beres kita bubarkan ternyata di luar juga orang-orang pada mencium," ujar kepala Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Enday Hidayat, Kamis (29/8/2019).

Sontak setelah semuanya mencium bau tidak sedap sekira pukul 19.00 WIB hari Rabu (28/8/2019) keadaan saat sedang mengaji mendadak tidak kondusif.

Beberapa santri mendadak langsung terkapar dan sebagian besar diantaranya langsung mengalami sesak nafas.

Wajah 2 Pembunuh Bayaran yang Disewa oleh AK Terkuak: Bekerja Sebagai Buruh & Baru Sekali Membunuh

Berikut Aplikasi Download Video YouTube Terbaik, Mudah Digunakan dan Ada Fitur Convert

"kami panggil bidan untuk penanganan awal, setelah itu diuap. Disuruh tunggu satu jam ada reaksi apa enggak? setelah satu jam tidak ada perubahan kita bawa ke puskesmas semuanya," ucap Endah.

Kata Endah setidaknya ada 14 santri yang dilarikan ke Puskesmas terdekat karena pingsan dan sesak nafas karena bau tidak sedap.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved