Pengakuan Santri Sesak Nafas Hingga Pingsan Saat Mencium Limbah Pabrik di Tangerang

Aroma limbah pabrik di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang diduga kuat menjadi penyebab belasan santri di Pondok Pesantren Nurul Hikmah.

Pengakuan Santri Sesak Nafas Hingga Pingsan Saat Mencium Limbah Pabrik di Tangerang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Siti Aat Apriani (13) kelas 2 MTS di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang menjadi korban bau tidak sedap karena limbah pabrik, Kamis (29/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR KEMIS - Aroma limbah pabrik di kawasan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang diduga kuat menjadi penyebab belasan santri di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pingsan.

Diketahui terdapat 14 santri perempuan yang dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan pertama.

Lantaran pada Rabu (28/8/2019) sekira pukul 19.00 WIB belasan santri tersebut tiba-tiba saja pingsan, muntah-muntah, hingga sesak nafas saat menghirup bau yang tidak sedap dari limbah pabrik.

Tiket Honda DBL DKI Jakarta North Region Ludes Terjual, Ini Alternatif Bagi yang Ingin Menonton

Baim Wong Akui Ibunda Sienna Cinta Pertamanya, Marshanda: Dia Mantan Paling Trauma & Sakit Hati

Seorang santri yang sempat dirawat, Siti Aat Apriani (13) mengaku langsung lemas, pusing serta sulit bernafas ketika menghirup bau tidak sedap kemarin malam.

"Langsung lemes, pingsan, kayak sesak nafas juga pas nyium bau itu," aku Siti yang masih duduk di kelas 2 MTS, Kamis (29/8/2019).

Saat lemas menghirup aroma limbah, Siti mengaku sempat tidak bisa bangun karena pusing dan lemas yang menggila.

Ia pun dirawat semalam di Puskesmas terdekat untuk menjauh dari pabrik dan diberikan oksigen murni.

"Di sana diinfus, di kasih oksigen sama dikasih obat-obatan aja," singkat Siti.

Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Istri Bulenya, Bambang Petugas PPSU Cium Arzum: Terima kasih Babyku!

Wajah 2 Pembunuh Bayaran yang Disewa oleh AK Terkuak: Bekerja Sebagai Buruh & Baru Sekali Membunuh

Di kesempatan yang sama, Wakapolresta Tangerang, AKBP Komarudin menduga bau tidak sedap itu disebabkan oleh pencemaran limbah yang berasal dari pabrik di sekitar lokasi pondok pesantren.

"Upaya masih terus dilakukan mencari informasi penyebab dari bau tidak sedap dari mana, apakah dari salah satu sumber akan kita dalam atau ada kesalahan prosedur yang terjadi," jelas Komarudin di lokasi.

Komarudin juga mengatakan, jika terbukti terdapat kelalaian dalam mengelola limbah maka dapat dikenakan sanksi, apalagi sampai merugikan masyarakat.

"Sudah pasti ada sanksi, penyebab entah dari pabrik atau dari mana pasti kita dalami, termasuk perizinannya, termasuk mekanisme dalam memproduksi segala pasti ktia dalami," ungkapnya.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang juga sempat mendatangi pondok pesantren itu untuk mengambil sampel air yang berada di dalamnya.

Dua jeriken kecil berisi air dari pondok pesantren puj dibawa untuk kemudian dilakukan penelitian lebih lanjut guna mengetahui kandungannya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved