Breaking News:

Tolak Perluasan Ganjil Genap, Pedagang Glodok Beri Saran Kurangi Polusi Jakarta

Koppas HWI Lindeteves Chandra Suwono mengatakan perluasan sistem ganjil-genap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Gunung Sahari, bukan solusi.

TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pusat bisnis di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Mayoritas pedagang disini menolak perluasan ganjil genap di kawasan tersebut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Ketua Koperasi Pasar (Koppas) HWI Lindeteves Chandra Suwono mengatakan perluasan sistem ganjil-genap di Jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk, Gunung Sahari, bukan solusi mengatasi kemacetan.

Hal tersebut dikatakannya usai menggelar pertemuan dengan perwakilan pedadagang yang intinya menolak perluasan ganjil genap di tiga ruas jalan tersebut.

"Di tiga ruas jalan itu, kemacetan juga enggak terlalu parah, karena itu kami menilai enggak perlu ada perluasan ganjil genap disana," kata Chandra di Pasar HWI Glodok, Sabtu (31/8/2019).

Dia pun menyoroti salah satu alasan perluasan ganjil genap yang dianggap untuk mengurangi polisi udara di Jakarta.

"Sebetulnya kontribusi mobil (untuk emisi) itu sedikit karena sistem pembakaran mobil itu hampir mendekati zero emission. mungkin 10 tahun lagi produk mobil zero emission, tuturnya.

Menurutnya, ketimbang melakukan perluasan ganjil genap lebih baik pemerintah menggalakan program penghijauan.

"Kalau solusi mengurangi emisi, salah satunya bagaimana menghijaukan Jakarta. Karena kita tahu kalau pohon itu kan menghasilkan oksigen, oksigen itu kan mencuci polusi," paparnya.

Hal senada disampaikan koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma.

Selaku warga Glodok, ia mengaku bersama sejumlah pedagang dan warga sudah mengagas Gerakan Warga Gila Tanaman (Wagiman) untuk mengurangi polusi udara di Jakarta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved