Curhat Pedagang Bakso Se-Tangsel, Keluhkan Isu Hoaks Daging Babi dan Preman Tukang Palak

"Yang pakai daging babi di mana, yang kena imbasnya semua. Berita hoaks kaya gitu nurunin omzet kita," ujarnya.

Curhat Pedagang Bakso Se-Tangsel, Keluhkan Isu Hoaks Daging Babi dan Preman Tukang Palak
tribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Paguyuban Pedagang Mie dan Baso Indonesia (Papmiso) Tangsel, di¬†¬†Tangsel, di Pendopo Joglo Agung, Ciputat, Tangsel, Minggu (1/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Pedagang bakso mungkin sangat lekat dengan kehidupan kita. Pedagang makanan yang hampir ada di setiap jalan hingga gang di wilayah kita itu selalu siap melayani kala lapar melanda atau sekedar menuntaskan rasa keinginan semata.

Namun, tahukah Anda, para pedagang bakso itu memiliki permasalahan sendiri yang datang dari luar, dari kondisi yang secara tidak langsung mempengaruhi pendapatan mereka.

Ketua Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (Papmiso) wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), Sutrisno, mengatakan, salah satu permasalahan yang dihadapi para pedagang bakso adalah kenaikan harga daging.

Ketika harga daging meroket, seperti yang kerap terjadi menjelang dan pada hari besar keagamaan, pendapatan mereka juga menajdi turun. 

"Harga daging itu pengaruh banget. Biasanya keuntungan kita turun kalau harga daging lagi naik," ujar Sutrisno di acara pengukuhan pengurus Papmiso Tangsel di Pendopo Joglo Agung, Ciputat, Tangsel, Minggu (1/9/2019).

Selain itu, masih tentang daging, para pedagang bakso selalu mengalami penurunan omzet ketika ada isu miring penggunaan daging babi sampai daging tikus.

Sutrisno menceritakan, jika ada berita hoaks pedagang bakso menggunakan daging babi, seluruh pedagang bakso seolah menjadi pelaku yang sama.

"Yang pakai daging babi di mana, yang kena imbasnya semua. Berita hoaks kaya gitu nurunin omzet kita," ujarnya.

Sutrisno juga mengungkapkan, anggotanya, para pedagang bakso, dari yang gerobak sampai mangkal kerap dipalak preman yang mengaku penguasa wilayah. 

Anak Bunuh Ayah di Bekasi: Kronologi, Gangguan Kejiwaan Hingga Motif Pelaku

Datangi Stadion Patriot, The Jakmania Ingin Saksikan Kemampuan 3 Pemain Baru Persija Jakarta

Di Tangsel sendiri, Sutrisno menyebut daerah yang rawan pemalakan itu di antaranya, Ciputat dan Pondok Aren. 

"Enggak semua wilayah si. Kaya Serpong BSD enggak ada. Mohon maaf yang masih ada pemalakan itu seperti di Ciputat dan Pondok Aren.

Sutrisno berharap, tidak ada lagi pemalakan yang semakin menambah beban pelaku usaha kecil itu.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved