Menjalani 1 Hijriah di Kota Medan

Pagi ini saya berkesempatan menyapa umat Islam di Medan dalam rangka merayakan tahun baru 1441 Hijriah.

Menjalani 1 Hijriah di Kota Medan
Istimewa
Wali Kota Medan Dzulmi Edlan bersama Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Cholil Nafis pada acara Tabligh Akbar Tahun Baru Islam di Lapangan Merdeka, Kota Medan, Minggu (1/9/2019). 

Oleh: KH Cholil Nafis, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI Pusat

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN - Pagi ini saya berkesempatan menyapa umat Islam di Medan dalam rangka merayakan tahun baru 1441 Hijriah.

Memulai tahu baru dengan zikir, doa dan pengajian. Saya sempat menyampaikan bahwa awal yang baik sering berproses dan berakhir dengan baik.

Jika Allah menghendaki kebaikan kepada hambanya maka ia memahami agama. Maka tak mungkin membangun Indonesia yang maju tanpa sumber daya insani yang memahami agama.

Wali Kota Medan Bapak Dzulmi Edlan dan Wakilnya Bapak Akhyar Nasution serta jajaran pimpinan daerah Medan hadir pada acara Tabligh Akbar Tahun Baru Islam tadi pagi.

Hijriah itu pindah. Kondisi sekarang yang paling sulit adalah pindah dari medsos yang tak produktif menuju kerja nyata yang bermanfaat bagi umat.

Sebab, kata Imam Al-Gazali, yang paling sulit itu sabar meninggalkan kemaksiatan yang berkelindan dengan kebiasaan. Seperti biasa ghibah, fitnah dan namimah di Medsos.

Bahkan acapkali kita memutus silaturrahim di dan gara-gara pereebatan di medsos.

Paling perlu juga dilakukan adalah hijrah dari perpecahan dan permusuhan di sekitar kita menuju persatuan dan kesatuan. Hijrah dari menuduh Indonesia buhgat menuju NKRI yang Islami yang perlu diisi dengan kerja-kerja yang mengisi kemerdekaan.

Dari lapangan Merdeka yang berjibaku dengan umat, jangan lupa juga makan durian Ucok khas Medan. Agar perjalanan ini lebih berkesan.

Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved