Jasad Terpanggang Dalam Mobil

Sebelum Dibakar di Sukabumi, Jasad Pupung dan Dana Disembunyikan Pelaku di Kawasan Cirendeu

Jenazah kedua korban lalu mereka masukkan ke dalam mobil Calya B 2983 SZH milik korban, dan diparkir di SPBU Cirendeu

Sebelum Dibakar di Sukabumi, Jasad Pupung dan Dana Disembunyikan Pelaku di Kawasan Cirendeu
Kompas.com/Facebook Pupung Sadili
Aulia Kesuma - Pupung Sadili 

Walau SPBUnya tak beroperasi pada Sabtu malam lalu itu, kata Andi, ia dan beberapa petugas keamanan menginap di kantor pengelola SPBU, untuk menjaga aset.

"Pada Sabtu lalu itu saya menginap di kantor SPBU dan pulang Minggu pagi. Namun saya gak ngeh dan gak tahu pasti, apakah ada mobil Toyota Calya berisi dua mayat, diparkir di sini atau tidak," katanya.

Sebab ia akan mengira bahwa mobil yang terparkir adalah taksi online yang pengemudinya istirahat, seperti biasanya.

"Dan memang sudah cukup lama, SPBU kami beroperasinya dua hari sekali. Jadi SPBU kami ini, kadang tutup dan gak beroperasi. Saat itulah biasanya ada mobil taksi onlen yang parkir juga," kata Andi.

Ia dan petugas keamanan SPBU, biasanya hanya memastikan bahwa sekitar SPBU yang memilki lahan seluas 5000 meter persegi itu, dalam keadaan aman dan dianggap kondusif, meski ada beberapa kendaraan yang terparkir.

"Jadi kalaupun memang ada mobil berisi mayat itu di parkir di lahan kami, maka kami gak akan ngeh atau gak menyadari. Sebab selama kondisi aman, kami biarkan mobil diparkir di lahan kami, selama gak mengganggu, kami biarkan. Sebab cukup sering yang parkir adalah mobil grabcar atau gocar, dan sopirnya istirahat karena kelelahan," papar Andi.

Belum lagi kata dia jarak antara kantor pengelola dan lahan kosong sekitar SPBU baik di sisi barat, timur dan tenggara, cukup jauh sekitar 15 meter dan agak gelap.

Terkait rekaman CCTV SPBU yang diminta polisi, Andi mengaku pihaknya langsung menyiapkan dan menelusuri jejak rekaman CCTV sesuai waktu yang diminta polisi.

Yakni pada Sabtu (24/8/2019) malam dan Minggu (25/8/2019) pagi, di saat mobil Calya hitan berisi dua mayat diparkir di lahan SPBU sampai meninggalkan SPBU.

"Tapi setelah kita cek, ternyata CCTV kami sudah tidak me-record atau merekam lagi sejak beberapa bulan lalu, karena sudah kepenuhan. Jadi rekaman CCTV kami sudah tidak ada dan tidak bisa memastikan apakah diantara waktu itu memang ada mobil berisi dua korban diparkir di lahan kami," kata Andi.

Mochtar (52), warga Cirendeu, Tangsel, mengatakan cukup yakin bahwa SPBU di Jalan Cirendeu Raya, Blok Mesjid, RW 5, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, itulah yang dimaksud polisi telah dijadikan tempat parkir mobil berisi dua mayat korban pembunuhan ayah dan anak, selama satu malam.

"Sebab SPBU yang ada di tikungan itulah yang lahannya paling luas diantara dua SPBU lain yang tempat parkir mobilnya kecil," kata Mochtar.

Karena luasnya lahan kata Mochtar, SPBU yang berada di tikungan itu, di beberapa titik terlihat gelap saat malam hari.

"Apalagi kalau sedang gak operasi atau tutup, maka kondisi SPBU di Blok Masjid di tikungan itu, makin gelap di sebagian besar lahannya sehingga sepi. Ini yang dimanfaatkan pelaku memarkirkan mobil berisi dua mayat di sana," katanya.

Sementara dua SPBU lainnya, kata Mochtar, selalu beroperasi 24 jam, sehingga kondisinya menjadi terang benderang dan agak ramai.

"Jadi terlalu berisiko kalau pelaku memarkirkan mobil di tempat terbuka, yang terang dan agak ramai, seperti di dua SPBU lainnya. Apalagi lahan parkir di dua SPBU itu juga kecil," katanya.

Anak yang Bunuh Ayah Kandung di Bekasi Kerap Bicara Tidak Nyambung, Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku

Bos Persija Jakarta Sebut Pihaknya Sedang Memburu Dua Pemain Lokal

Persija Jakarta Rekrut Dua Pemain Asing Baru, Dimanjakan Fasilitas Mewah Hingga Nasib Bruno Matos

"Jadi saya sih yakinnya pelaku memarkirkan mobil berisi dua mayat korban itu, ya di SPBU yang ada di tikungan, dan memang biasa disebut SPBU Cirendeu," katanya.

Pantauan Warta Kota, Jumat malam lalu, SPBU yang biasa disebut SPBU Cirendeu itu tampak beroperasi sebagian. Dari delapan mesin SPBU hanya dua yang beroperasi.

Dengan luas lahan sekitar 5000 meter persegi, penerangan di SPBU, yang terasa maksimal hanya di sekitar ruang kantor pengelola dan di sekitar keberadaan mesin SPBU yang beroperasi.

Sehingga di sebagian besar lahan lainnya, baik di bagian depan, belakang dan bagian samping SPBU, tampak remang-remang dan agak gelap.

Hal ini cukup memungkinkan beberapa titik lahan digunakan pelaku memarkirkan mobil berisi dua mayat korban, tanpa disadari oleh karyawan SPBU yang jumlahnya tak lebih dari 6 orang itu.

Seperti diketahui kasus pembunuhan ayah dan anak yang diotaki istri muda atau ibu tiri korban dilimpahkan oleh Polda Jabar ke Polda Metro Jaya.

Karenanya Aulia Kesuma (45), otak pembunuhan suami dan anak tirinya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M Adi Pradana alias Dana (23), yang ditemukan terbakar dalam mobil di Sukabumi, Minggu (25/8/2019) lalu, juga dilimpahkan atau dibawa ke Jakarta.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ini Penyebab SPBU Cirendeu Dijadikan Tempat Parkir Mobil Isi Dua Mayat Korban Pembunuhan Isteri Muda

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved