Setahun Jomblo Tanpa Wakil, Gubernur Anies Harus Aktif Ngajak Ngopi Gerindra dan PKS

Setahun Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta tanpa didampingi wakilnya. Ia didorong mengajak ngopi dan menjadi penengah Gerindra dan PKS.

Setahun Jomblo Tanpa Wakil, Gubernur Anies Harus Aktif Ngajak Ngopi Gerindra dan PKS
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Gubernur Anies Baswedan saat ditemui di GOR Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Setahun sudah Gubernur Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta seorang diri tanpa didampingi wakilnya.

Proses pemilihan wakil gubernur oleh Pansus DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 pun hanya mentok pada pembahasan tatib.

Itu pun tak kunjung disahkan.

Untuk itu, proses pemilihan wagub diserahkan kepada anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024.

Ketua Fraksi PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono mengatakan, Gubernur Anies sebenarnya bisa turut aktif mempercepat proses pemilihan wagub.

Anies bisa menjadi penengah Gerindra dan PKS, serta meminta dua partai pengusungnya itu mempercepat proses pemilihan.

"Sebenarnya Pak Anies ini sifatnya pasif, beliau hanya tinggal menunggu dua partai pengusungnya menentukan nama. Tapi, Pak Anies juga bisa aktif melakukan komunikasi politik dengan dua partai pengusungnya," ucap Gembong kepada TribunJakarta.com, Minggu (1/9/2019).

"Ya diajak ngopi bareng sambil ngobrol kalau Pak Anies berkeinginan segera punya wakil," Gembong menjelaskan.

Meski ada wacana perombakan Pansus Pemilihan Wagub setelah ditinggal Ongen Sangaji dan Bestari Barus selaku ketua dan wakil ketua, menurut Gembong, cepat atau lambat proses pemilihan wagub sebenarnya tergantung Gerindra dan PKS.

PDIP selaku pemilik kursi terbanyak DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024, dikatakan Gembong, tidak memiliki hak untuk menentukan wagub DKI pendamping Anies.

"Partai lain sifatnya hanya menunggu kesepakatan dua partai pengusung. Kami tinggal menerima apa yang diusulkan partai pengusung itu, kemudian kita atur bagaimana cara pemilihannya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Seperti diketahui, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta sudah kosong sejak Sandiaga Uno resmi mengundurkan diri pada 10 Agustus 2018 lalu.

Saat itu, Sandiaga memilih mundur dari jabatannya lantaran ingin maju bersama Prabowo Subianto menjadi calon presiden dan calon wakil presiden dalam Pilpres 2019.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved