Pemprov DKI Sebut 300 Lebih Pencari Suaka Masih Bertahan di Gedung Eks Kodim

"Data terakhir kurang lebih 500-an yang sudah dipindah dan yang belum sekira 300-an," ucapnya, Senin (2/9/2019).

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Elga Hikari Putra
Pencari suaka menggelar aksi protes kepads UNHCR di pengungsian Kalideres, Jakarta Barat, Senin (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan, masih ada ratusan pencari suaka yang hingga kini masih bertahan di gedung eks kodim, Kalideres, Jakarta Barat.

Tak main-main, jumlahnya pun diperkirakan masih lebih dari 300 orang.

"Data terakhir kurang lebih 500-an yang sudah dipindah dan yang belum sekira 300-an," ucapnya, Senin (2/9/2019).

Masih banyaknya para pencari suaka di gedung eks kodim ini, dikatakan Taufan lantaran terus berdatangannya pencari suaka yang selama ini tinggal di pinggiran ibu kota.

"Ada pencari suaka yang datang lagi, kemarin siang saya ke Kalideres, ada yang baru datang dari Cisarua," ujarnya saat dikonfirmasi.

Hanya Diberi Uang Rp 1 Juta, Pencari Suaka Asal Timur Tengah Merasa Dibohongi UNHCR

Meski telah melewati tenggat waktu yang ditetapkan oleh Pemprov DKI, Taufan mengatakan, pihaknya masih terus memberikan bantuan logistik berupa air dan listrik.

"Untuk sementara logistik yang bisa kami kasih hanya listrik dan air saja, dengan rasa kemanusiaan kami enggak mungkin bisa memutusnya," kata Taufan.

Meski demikian, khusus untuk bantuan makanan, Pemprov DKI menyerahkan sepenuhnya kepada United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

"Makanan ditanggung UNHCR, kemarin siang saya ke sana ada 700 boks makan siang dan 700 boks ubtuk makan malam daro UNHCR," ucapnya.

"Dari Pemprov benar-benar sudah menghentikan bantuan makanan karena kami tidak punya kapasitas membanty setelah batas waktu yang ditentukan kemarin," tambahnya.

Sebelumnya, Pemprov dan DPRD DKI Jakarta memutuskan para pencari suaka harus meninggalkan lokasi penampungan saat ini pada 31 Agustus 2019.

Para pencari suaka dari berbagai negara itu sendiri menempati tempat penampungan saat ini, yaitu di gedung eks kodim, Kalideres, Jakarta Barat sejak 11 Juli 2019 lalu.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved