ART Tewas Diterkam Anjing

ART Tewas Digigit Anjing Presenter Ternama, Media Sosial Bima Aryo Banjir Komentar & Pertanyaan

Seorang asisten rumah tangga tewas diterkam anjing majikannya pada Jumat (28/8/2019) malam.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Proses evakuasi ketiga anjing milik Bima Aryo saat dibawa jajaran Sudin KPKP Jakarta Timur, Selasa (3/9/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Siti Nawiroh

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Seorang asisten rumah tangga tewas diterkam anjing majikannya pada Jumat (28/8/2019) malam.

Anjing dengan ras Malinois Belgia itu menggigit pas di leher, payudara dan punggung korban.

Akibatnya asisten rumah tangga bernama Yayan (35) kehabisan banyak darah dan tak bisa diselamatkan.

Sebelumnya diketahui, Yayan dimintai majikan perempuannya, TD (72) untuk membuka pintu anjing tersebut.

Ketua RT Ungkap Pemilik Anjing yang Gigit ART karena Kehabisan Darah

ART Tewas Kehabisan Darah Akibat Dikoyak Anjing, Pemiliknya yang Seorang Presenter Ternama Bereaksi

ART Tewas Digigit Anjing Pemburu, Pemilik Dinilai Lalai Suruh Korban Buka Kandang

Sehari-hari anjing yang diketahui bernama Sparta ini selalu berkeliaran di halaman rumahnya di Jalan Langgar RT 04/04 Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Saat Yayan membuka kandang, sontak Sparta langsung memburu Yayan dan Menerkamnya.

Tak lama sang majikan membawa Yayan ke Rumah Sakit Adhyaksa, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, tapi sudah meninggal.

Menurut beberapa sumber dan sudah terkonfirmasi, anjing tersebut milik presenter ternama bernama Bima Aryo.

Follow juga:

Ia merupakan salah satu presenter acara travelling disalah satu stasiun televisi.

Hal ini pun dibenenarkan oleh Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Suku Dinas Ketahanan Pangan bahwa anjing tersebut memang milik Bima Aryo.

Menurut Irma, ini bukan kali pertama Sparta menyerang. Namun sudah tiga kali.

Berdasarkan penelusuran TribunJakarta.com, dalam akun media sosial Bima Aryo sering mengunggah kegiatan anjingnya sehari-hari.

Ia tampak sangat menyayangi Sparta dan kerap melakukan latihan untuknya.

Bahkan Sparta punya akun media sosialnya sendiri.

Melihat reaksi warganet, Sparta pun terlihat sudah mempunyai banyak penggemar.

Semenjak ada kejadian ini, akun media sosial Bima Aryo dipenuhi reaksi dari warganet.

Mereka meminta klarifikasi langsung dari Bima Aryo terkait kasus ini.

Warganet juga mendoakan supaya kasus ini segera berakhir.

Bahkan beberapa dari warganet merasa tak percaya Sparta melakukan hal tersebut.

Chris***: Halo kak! Apa betul isu yg baru beredar bahwa sparta telah menyerang ART nya kak bima hingga meninggal?

Inta**: Spartaa.. Aku sedih baca berita barusan tentang kamu.

Obon***: Aku yakin palta ga sejahat itu. Setau aku dy emg ajg proteksi. Jd mgkn krna Art nya baru 2 minggu jd blm kenal bgt

Ntys**: Ya ampun ka bima aku lemes selemes lemesnya denger berita sparta hancur bgt hati aku 

Biy***: Yang tabah ya kak bim, semoga dibalik semua ini ada hikmahnya. Tetap sayangin dan jagain sparta dan juga nubi ya kak. Mereka menyayangimu

Imeld**: Seriusan Sparta itu? Kok bisa sih

Aldo***: APA BENER SPARTA YG NIKAM ART ? KAK BIM YG DISEBUT NAMA MAJIKANNYA. MOHON KLARIFIKASINYA KAK

Intan_c**: Lemes aku baca berita ada nama Sparta..

Namun sampai saat ini Bima Aryo, masih enggan berkomentar lebih jauh, terkait tewasnya Yayan.

Presenter acara My Trip My Adventure ini mengaku tak ada di rumah saat kejadian, lantaran masih sibuk dengan rangkaian acara pernikahannya.

“Aduh, sorry banget, aku belum bisa ngomong banyak. Aku soalnya tidak ada di rumah saat kejadian. Baru selesai pernikahan,” katanya saat dihubungi Tribunnews, Selasa (3/9/2019).

Bima Aryo memang baru saja melangsungkan pernikahan di Jakarta, Minggu (1/9/2019) kemarin.

Namun, Bima Aryo menjanjikan, ia akan tetap memberikan klarifikasi terkait kasus ini. Nantinya, presenter acara petualangan alam di salah satu stasiun televisi itu, menjanjikan akan menghubungi Tribunnews kembali.

Hingga saat ini, Bima Aryo masih ingin mengetahui secara detil kronologi kejadian. Terlebih, menurutnya, saat itu di lokasi kondisi cahaya tengah minim.

“Nah itu dia kita nggak tahu (apakah benar Sparta yang menyerang), pas kejadian kan gelap. Kita nggak tahu nih. Makanya saya juga mau tanya-tanya dulu. Saya baru banget. Selesia urusan wedding. Maaf banget, ya, nanti kita keep in touch,” katanya.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan gigitan Sparta pada bagian leher Yayan mengenai pembuluh darah besar yakni arteri karotis.

Edy menjelaskan pembuluh darah arteri karotis terhubung langsung ke jantung sehingga tak sampai satu menit 2,5 liter darah Yayan habis.

"Jantung berdetak bisa 100 kali per menit, kalau satu menit keluar satu kali semprot 100 cc. Berarti enggak sampai satu menit sudah mati," ujarnya.

Hal ini menjelaskan kenapa nyawa Yayan tak dapat tertolong saat tiba di RS Adhyaksa yang jaraknya tak sampai 15 menit dari kediaman majikannya di Jalan Langgar.

Tak sampai di situ, Edy menjelaskan luka ketika pembuluh darah arteri karotis robek membuat darah Yayan muncrat sejauh lebih dari dua meter.

"Karena tekanannya dari jantung, jarak semprotan darah itu bisa sampai dua meter, bisa lebih. Hitungannya begini, satu kali pompa jantung hampir 100 cc. Jantung satu menit bisa sampai 100 kali pompa," tuturnya.

Semprotan darah dari bagian leher Yayan kian memburuk karena pembuluh darah arteri karotis terletak di kedua sisi atau robek akibat digigit.

Tingkatkan Sinergitas, TNI-Polri di Jakarta Selatan Gelar Giat Bersama

Ketua RT Ungkap Pemilik Anjing yang Gigit ART karena Kehabisan Darah

ART Tewas Kehabisan Darah Akibat Dikoyak Anjing, Pemiliknya yang Seorang Presenter Ternama Bereaksi

Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rasyid mengatakan mulanya Yayan diminta majikannya TD membuka kandang Sparta untuk memberi makan.

Yayan sempat menolak karena selama ini dirinya takut dengan anjing. Namun, karena baru dua minggu bekerja akhirnya menuruti permintaan sang majikan.

Begitu kandang dibuka Sparta segera menerkam Yayan dan mengoyak leher, payudara dan punggungnya hingga terluka.

"Korbannya itu baru bekerja dua minggu jadi pembantu. Langsung meninggal hari itu juga, jadi enggak sempat dirawat," jelas Abdul.

Petugas Sudin KPKP Jakarta Timur saat menyambangi rumah majikan Yayan di Cipayung, Jakarta Timur, Senin (2/9/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)
"Sudah buka aja enggak apa kok," pinta TD seperti ditirukan Kapolsek Cipayung Kompol Abdul Rosyid.

"Padahal pembantu rumah tangga itu sama sekali enggak berani masalah anjing itu," sambung Abdul di Mapolsek Cipayung.

Namun, karena lukanya parah, korban dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sesampainya di Rumah Sakit Polri, korban Yayan meninggal dunia.

"Dari pihak keluarga (korban) tidak menghendaki untuk diauotopsi. Makannya kami keluarga korban ke sini untuk berikan pernyataan untuk rumah sakit agar tidak diautopsi," ujar Abdul.

TD sebagai majikan terancam pidana 5 tahun penjara karena menyuruh Yayan membuka kandang Sparta yang langsung menerkamnya hingga tewas.

"Ibunya yang menyuruh itu, yang menyuruh buka kandang bisa kena pidana. Pasal 359 KUHP tentang kealpaan yang menyebabkan matinya seseorang," beber Abdul.

Penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung sudah memeriksa keluarga pemilik Sparta dan suami Yayan yang juga bekerja sebagai ART di kediaman TD.

Bila terbukti lalai sehingga jadi pemicu tewasnya Yayan, TD bakal ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

"Dari pihak pemilik anjing sudah diperiksa mulai dari bapak dan anaknya, kemudian keluarga korban dalam hal ini suaminya beserta keluarga lain dari Cianjur," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved