Hampir Sebulan Pelaku Begal Payudara Belum Tertangkap, Polisi Pantau Kediaman Pelaku

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, pihaknya mengalami kendala melacak keberadaan pelaku.

Hampir Sebulan Pelaku Begal Payudara Belum Tertangkap, Polisi Pantau Kediaman Pelaku
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Selasa (3/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG- Pelaku begal payudara di Tangerang Selatan (Tangsel) masih saja bebas dan belum berhasil ditangkap polisi setelah hampir sebulan peristiwa asusila itu terjadi.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, pada Kamis (8/9/2019), seorang wanita berinisial A (18) dilecehkan di putaran McDonald's Bintaro Sektor 9, Pondok Aren, Tangsel.

Saat itu A sedang mengendarai sepeda motor, lalu diberhentikan oleh dua orang pak ogah dan diremas bagian payudaranya.

A langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Tangsel.

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Muharram Wibisono Adipradono, mengatakan, pihaknya mengalami kendala melacak keberadaan pelaku.

Hal itu karena pelaku tidak menggunakan media sosial dan komunikasinya sudah putus dengan keluarga setelah kejadian.

"Kesulitan selama ini memang yang bersangkutan ini kan tidak berkomunikasi baik menggunakan media sosial ataupun telepon. Akhirnya secara manual kita mencari," ujar Muharram saat ditemui di Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Selasa (3/9/2019).

2 Polisi Gadungan Peras Warga untuk Beli Narkoba

Kecelakaan Melibatkan Dua Pengendara Motor di Jagakarsa, Pengemudi Meninggal di Tempat

Bosan Ditagih Utang Rp 300 Ribu Pria Ini Bunuh Teman Karibnya, Tertangkap Setelah Buron 18 Bulan

"Komunikasi dengan keluarga dan warga sekitar juga sudah putus," tambahnya.

Setelah melakukan pengejaran paling jauh ke Bogor, pihak kepolisian memilih untuk menunggu di sekitaran rumah pelaku menunggu kepulangannya.

"Kita tetap masih menempatkan orang-prang kita di sana, bila yang bersangkutan mungkin kembali," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved