Kabar Artis

Joko Anwar Debat Soal Oscar dengan Livi Zheng, John De Rantau: Karyanya Gak Sebesar Omongannya

Seolah tak mau ambil pusing dengan kritikan tersebut, Livi Zheng justru merangkum bukti prestasinya yang telah ia capai.

TribunJakarta.com/Ilusi Insiroh
Sutradara Hollywood Asal Indonesia, Livi Zheng di Redaksi Tribunnews, Selasa (26/3/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM - Sosok Livi Zheng menarik perhatian sutradara Joko Anwar.

Penggagas film populer Pengabdi Setan itu tampak 'gatal' untuk mengomentari sosok Livi Zheng yang beberapa waktu ke belakang menjadi sorotan publik.

Karenanya ketika bertemu di satu acara, Joko Anwar pun tak ragu untuk melayangkan bertubi-tubi pertanyaan kepada Livi Zheng.

Joko Anwar rupanya merasa penasaran dengan pengakuan Livi Zheng soal filmnya yang masuk nominasi dalam gelaran bergengsi Oscar.

Sosok Livi Zheng disebut-sebut telah membuat harum nama Indonesia di kancah perfilman Hollywood.

Sebab beberapa waktu lalu, film besutan Livi Zheng diklaim telah mendapat perhatian dari pasar di Hollywood.

Tak hanya itu, sosok Livi Zheng juga sempat membuat tokoh politik Indonesia yakni Luhut Binsar dan Sri Mulyani terkagum-kagum.

Tak hanya Luhut Binsar dan Sri Mulyani, ternyata Livi juga mendapatkan apresiasi langsung dari Tito Karnavian dan Jusuf Kalla.

Karyanya yang paling baru adalah film berjudul Bali: Beats of Paradise pun baru-baru ini kembali mendapat sorotan.

Sebab bukan karena keapikan dari film tersebut yang mencuri perhatian.

 

Melainkan sosok Livi Zheng serta beberapa tokoh politik yang muncul dalam film tersebut lah yang menuai tanda tanya termasuk dari beberapa sutradara tanah air.

Pun dengan pengkuan Livi Zheng soal filmnya yang masuk jajaran dalam seleksi nominasi film Oscar.

Padahal diakui para sutradara tanah air, untuk menembus standar Oscar tidaklah mudah.

Sadar karya serta pengakuannya menuai polemik, Livi Zheng pun akhirnya mau buka suara.

Dilansir dari tayangan Q & A Metro TV edisi Minggu (1/9/2019), Livi Zheng tampak bersemangat mengungkap filmnya yang masuk dalam seleksi nominasi Oscar.

"Lagi heboh di sosmed, film saya itu dua-duanya masuk seleksi nominasi Oscar. Jadi apa itu seleksi nominasi oscar ? Kalau di Amerika itu ada beberapa ribu film setiap tahunnya yang diproduksi. Nah, enggak semuanya memenuhi kriteria Oscar. Filmku itu masuk seleksi nominasi oscar," ungkap Livi Zheng dilansir TribunnewsBogor.com.

Tak hanya itu, Livi Zheng juga membawa bukti berupa print out filmnya yang tercantum dalam laman resmi Oscar.

Hal itu seolah jadi bukti kuat bahwa film Livi Zheng memang masuk dalam seleksi nominasi Oscar.

"Dari ribuan film nanti yang masuk seleksi di-announce (diumumkan) oleh oscar.org. Untuk Bali: Beats of Paradise kita masuk di documentary dan best picture. Ini dari website oscar-nya," ucap Livi Zheng.

 

Mendengan pengakuan Livi Zheng, sang pembawa acara Andini pun bertanya soal penilaian sang sutradara terhadap sosoknya.

"Kamu sutradara yang melejit ?" tanya Andini.

"Film saya sudah tayang di Amerika, sudah masuk seleksi nominasi oscar. Dan saya juga pendidikannya juga di US, one of the best school, di antaranya juga itu Josh Lucas yang bikin star wars. Aku S2 nya di situ. Saya juga membuat film, masuk seleksi nominasi oscar dari ribuan film, saya masuk ke yang 300," ungkap Livi Zheng.

"Jadi itu menjadikankan kamu sineas yang melejit ?" tanya Andini lagi.

"Bisa dibilang begitu deh," kata Livi Zheng.

Cerita soal film Livi Zheng yang masuk seleksi nominasi Oscar membuat Joko Anwar gusar.

Sebab diakui Joko Anwar, dirinya baru mendengar sebuah film masuk dalam seleksi nominasi Oscar.

Kalaupun benar, Joko Anwar menyebut bahwa mungkin film Livi Zheng hanya lolos dalam persyaratan administrasi saja untuk Piala Oscar, belum sampai masuk nominasi.

Joko Anwar skakmat Livi Zheng
Joko Anwar skakmat Livi Zheng (Youtube channel metrotvnews)

Joko Anwar pun membandingkan hal tersebut dengan gelaran FFI.

"Saya enggak pernah dengar film tembus masuk seleksi nominasi oscar, itu enggak ada. Yang ada adalah incontention artinya berhak untuk diikutsertakan untuk oscar. Artinya memenuhi syarat-syarat administrasi bukan syarat kualitas.

Kalau di Indonesia kita punya FFI. Syarat untuk bisa masuk FFI pertama filmnya sudah tayang di bioskop Indonesia. Yang kedua mendaftarkan diri. Jadi sesuatu yang eligible untuk oscar itu bukan suatu pencapaian kalau menurut saya," imbuh Joko Anwar.

"Tapi kalau eligible berarti oke dong filmnya Livi bisa masuk ?" tanya Andini.

"Enggak. Eligible itu syarat administrasi. Sama seperti yang saya bilang tadi. Semua film Indonesia Eligible untuk masuk FFI kalau memenuhi syarat administrasi saja bukan kualitas," jawab Joko Anwar.

Mendengar ucapan Joko Anwar, Livi Zheng pun langsung bersuara.

Debat soal makna seleksi nominasi Oscar antara Joko Anwar dan Livi Zheng pun tak terhindar.

"Saya enggak pernah bilang film saya masuk nominasi oscar, saya bilang film saya masuk seleksi nominasi film oscar. Untuk masuk bioskop Amerika itu enggak gampang. Untuk masuk seleksi oscar itu bukan 'oh yaudah tayang'" kata Livi Zheng.

"Tapi itu enggak ada, masuk seleksi nominasi film oscar itu enggak ada, itu cuma Livi aja yang punya," ungkap Joko Anwar.

"Loh ini ada," ucap Livi Zheng sambil menunjuk kertas yang ia bawa.

"Iya tapi kata-kata 'masuk seleksi nominasi oscar' itu enggak ada," ucap Joko Anwar

"Kalau di Amerika sih dari media Amriknya ada," imbuh Livi Zheng.

"Iya incontention artinya bukan masuk nominasi. Iya, eligible to compet right ? Masuk seleksi tuh gini, ada beberapa entry misalnya, ada penjurian," pungkas Joko Anwar

Tak hanya Joko Anwar yang tampak melayangkan pertanyaan keras kepada Livi Zheng.

Sutradara ternama pembuat Film Denias, John De Rantau pun tampak mengajukan pertanyaan untuk Livi Zheng.

Sebab menurut John De Rantau, untuk masuk ke nominasi Piala Oscar itu tidak mudah.

Menanggapi ulasan John De Rantau, Livi Zheng pun kembali membanggakan filmnya yang ia klaim mampu menggugurkan ribuan film lainnya dan masuk seleksi nominasi Oscar

Sutradara John de Rantau kritik sosok Livi Zheng
Sutradara John de Rantau kritik sosok Livi Zheng (Youtube channel metrotvnews)

"Berbicara tentang Oscar, saya juga bingung. Livi ini mewakili personal atau negaranya ? Karena yang saya tahu, sebagai yang pernah ikut mewakili Indonesia untuk Oscar untuk film Denias. Dan itu lolos, setelah diikutkan, lalu film itu diseleksi dan lolos menjadi 64 negara," kata John De Rantau.

"Enggak gampang juga Oscar, untuk bisa ikut kompetisi itu," sambungnya.

"Best picture adalah kategori paling bergengsi di Oscar. Karenanya buat saya dari ribuan film, dan film saya diundang masuk ke 300 itu suatu kebanggaan," ungkap Livi Zheng.

Lebih lanjut, Livi Zheng pun kembali membanggakan karyanya yang ia sebut sudah diulas dalam media ternama di Amerika Serikat.

Mendengar pernyataan tersebut, Joko Anwar pun lantas melayangkan pertanyaan yang membuat Livi Zheng sempat kikuk.

"Kalau di Amerika, di LA Times, New York Times itu yang dibahas karya saya. Di sini juga saya kaget kok enggak bahas karya saya padahal lagi tayang," ungkap Livi Zheng.

"Dibahas baik apa dibahas buruk ?" tanya Joko Anwar.

"Kalau di Amerika itu karya memang sering banget dikritik contohnya Man Of Steel. Jadi buat saya, sudah bisa dibahas LA Times, New York Times itu adalah sebuah kebanggaan," jawab Livi Zheng.

Selain John De Rantau, jurnalis senior Kang Maman juga tampak memberikan pertanyaan kepada Livi Zheng.

Kang Maman tampak fokus pada sosok Livi Zheng yang dekat para petinggi institusi negeri.

Tak hanya itu, beberapa karya Livi Zheng juga tampak dipromosikan langsung oleh para petinggi institusi Indonesia.

Mendengar pertanyaan tersebut, Livi Zheng pun menjawabnya dengan penuh percaya diri.

"Pernyataan Pak Luhut Pandjaitan itu benar apa salah ? Yang bagian Livi anak Hollywood LA dan sekarang kembali ke Indonesia. Seolah memang berkarya dengan sangat baik di Hollywood dan sekarang kembali ke Indonesia untuk berkontribusi pada negeri ini ?" tanya Kang Maman.

"Jadi memang saya S2 di universitas lulusannya sana Josh Lucas yang bikin star wars," akui Livi Zheng.

"Saya juga sekolah di sekolahnya Bung Karno, bukan berarti saya Bung Karno juga," timpal Joko Anwar.

"Film saya ditayangkan di bioskop Amerika. Dan film saya juga dimuat LA Times, New York Times, which is standar than Hollywood," pungkas Livi Zheng.

"Jadi kalau Pak Luhut ngomong seperti itu ?" tanya Andini.

"Menurut aku sih wajar, karena dari background pendidikan aku kan juga," imbuh Livi Zheng.

Seolah kaget mendengar pernyataan penuh kepercayaan diri dari Livi Zheng, John De Rantau pun terperangah.

Ia lantas mengaku kagum pada sosok Livi Zheng yang sangat percaya diri.

Namun rupanya, John De Rantau juga tampak mengkritik sosok Livi Zheng.

Sebab menurutnya, sosok Livi Zheng lebih banyak mengumbar omongannya daripada menunjukkan karyanya.

"Saya kagum dengan kepercayaan diri Livi yang sangat tinggi. Seharusnya seorang sutradara seperti ini memang. Cuma karyanya enggak sebesar omongannya. Saya menangkap itu,"

"Saya melihat Anda jauh lebih besar bacotnya daripada apa yang Anda bikin. Saya melihat alasan yang dia bilang dia lulusan universitas terbaik," ucap John De Rantau.

"Saya terpukau 'waw, sebesar ini kah orangnya ? Sehingga menggandeng sekian banyak instansi untuk membuat dia besar'. Kenapa harus ada penyelenggara negara ? Yang membuat dia hebat karyanya, bukan bacotnya," sambungnya.

Seolah tak mau ambil pusing dengan kritikan tersebut, Livi Zheng justru merangkum bukti prestasinya yang telah ia capai.

"Film saya sudah tayang di Amerika, yang kedua, film saya diundang untuk tayang di World Disney dan sekarang saya bekerja di World Disney, yang ketiga film saya sudah tayang di Korea. Yang keempat Singapore Airlines membeli hak tayang film saya. So I think it's saying my work," akui Livi Zheng.

Tonton tayangan lengkapnya :

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Momen Joko Anwar Skakmat Livi Zheng, Sutradara John De Rantau : Karyanya Enggak Sebesar Omongannya

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved