Breaking News:

Mengaku Anggota Reserse, Dua Polisi Gadungan di Tambora Ancam dan Peras Korban

Keduanya yakni OK (35) dan RU (33) yang tengah mengancam dan merampas harta milik Nazar Marsulanas (24) pada Senin (2/9/2019).

ISTIMEWA/Dokumentasi Polsek Tambora
Kedua polisi gadungan berinisial OK dan RU diamankan Polsek Tambora. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Dua polisi gadungan dibekuk aparat Polsek Tambora, Jakarta Barat di wilayah Duri Selatan.

Keduanya yakni OK (35) dan RU (33) yang tengah mengancam dan merampas harta milik Nazar Marsulanas (24) pada Senin (2/9/2019).

Kapolsek Tambora Kompol Iver Son Manossoh mengatakan, aksi ini bermula ketika korban yang sedang berada di toko ponsel didatangi oleh dua pelaku yang mengaku sebagai anggota reserse.

Berbekal kartu identitas palsu, pelaku kemudian langsung menggeledah kantong celana korban dan meminta kunci sepeda motor

"Bahkan, pelaku yang mengaku dari Polres ini juga mengajak korban menuju ke pos Hansip," kata Iver kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

Iver mengatakan, korban yang merasa tak bersalah pun menaruh curiga dengan kedua pria yang mengaku sebagai polisi ini.

Karenanya, saat akan dibawa ke pos hansip, korban pun berteriak minta tolong. 

TNI Gadungan Berhasil Pacari Gadis Cantik: Simak Pengakuannya, Begini Penjelasan Kapendam

Sementara itu, kedua pelaku yang panik malah langsung melarikan diri sambil membawa kunci sepeda motor korban.

Beruntung, saat itu tim buser yang sedang melintas dengan dibantu warga berhasil mengamankan kedua pelaku tak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat kami amankan, kami menemukan barang bukti berupa satu buah pistol mainan bentuk revolver, satu tas warna hitam, beberapa ID Card, KTP dan Kartu ATM," kata Iver.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Supriyatin mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku sudah berulang kali beraksi dengan mengaku sebagai anggota polisi.

"Pengakuannya sudah dua kali beraksi seperti ini, tapi masih terus kami dalami karena tak menutup kemungkinan masih ads lokasi-lokasi lainnya," kata Supriyatin.

Atas perbuatannya, Supriyatin menyebut kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan kekerasan.
 

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved