Wali Kota Jakarta Timur Sebut Rumah Dinas Lurah dan Camat Perlu Direnovasi

Seperti contoh rumah dinas camat Kramat Jati, yang tahun ini genap 9 tahun tak ditempati karena kondisinya yang hampir roboh.

Wali Kota Jakarta Timur Sebut Rumah Dinas Lurah dan Camat Perlu Direnovasi
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Walikota Jakarta Timur, M Anwar 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Wali Kota Jakarta Timur M Anwar mengatakan hampir semua rumah dinas Lurah dan Camat perlu direnovasi total.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2005 menjelaskan bahwa rumah dinas atau rumah negara adalah bangunan yang dimiliki oleh negara dan berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan keluarga serta menunjang pelaksanaan tugas pejabat dan/atau pegawai negeri.

Dari 65 kelurahan dan 10 kecamatan yang ada di Jakarta Timur, beberapa rumah dinas tak ditempati pejabat atau Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan berbagai alasan.

Seperti contoh rumah dinas camat Kramat Jati, yang tahun ini genap 9 tahun tak ditempati karena kondisinya yang hampir roboh.

Dibiarkan lama kosong tak berpenghuni, akhirnya beberapa tahun belakangan dialihfungsikan menjadi basecam dan mess bagi Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP).

Mengetahui kondisi yang ada, Anwar akhirnya angkat bicara. Ia mengatakan hampir semua rumah dinas memerlukan ronovasi dan rehabilitasi.

"Jadi begini ya, kita kan sekarang sedang inventarisasi termasuk rumah dinas yang ada di Penggilingan juga. Kita harus inven dulu, kalau memang sudah pensiun harus keluar juga mereka, enggak boleh lagi anaknya di situ," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (3/9/2019).

IMI Sebut Kualitas Jalan Raya di Jakarta Cukup Layak Sebagai Lintasan Formula E

Bahas Formula E, Pemprov DKI Gelar Pertemuan dengan DPRD DKI Jakarta dan IMI

Bahkan dirinya ikut menyambut positif usulan rumah dinas yang akan dialih fungsikan untuk mess PJLP.

Dijelaskannya langkah tersebut sudah benar karena menampung aspirasi dari bawah sekaligus. Artinya apa yang dibangun sesuai dengan kebutuhan yang ada. Bukan lagi memaksakan pembangunan yang memang tidak dibutuhkan.

"Hampir sepenuhnya dan perlu perawatan. Kadang biaya perwatan tiap tahun tidak memenuhi karena kondisi gedung terlalu lama. Saya kira hampir semua perlu di renov. Maka dari itu kita inven kan, kita pikirkan dulu. Mereka yang tidak punya kapasitas tinggal ya jangan tinggal dan harus keluar," tutupnya.

Sejauh ini Pemkot Jakarta Timur masih melakukan kordinasi terkait rumah dinas. Dirinya juga menampung masukan terkait langkah kedepannya rumah dinas akan dijadikan seperti apa.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved