Wali Kota Tangerang Nilai Pindah Ibu Kota Negara ke Kaltim Kurangi Kepadatan Penduduk

Keputusan Presiden RI Joko Widodo soal pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur membuat beberapa kepala daerah berkomentar

Wali Kota Tangerang Nilai Pindah Ibu Kota Negara ke Kaltim Kurangi Kepadatan Penduduk
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah saat menghadiri pelantikan anggota DPRD Kota Tangerang Periode 2019-2024 di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (2/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Keputusan Presiden RI Joko Widodo soal pemindahan Ibu Kota negara ke Kalimantan Timur membuat beberapa kepala daerah berkomentar.

Satu diantaranya adalah Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah yang mendukung pemindahan Ibukota Indonesia ke Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Ia mengatakan alasannya mendukung perpindahan Ibukota Indonesia untuk mengurangi kepadatan penduduk di Kota Tangerang dan kota-kota penyangga lainnya.

"Kita dukung supaya bisa mengurangi kepadatan penduduk di wilayah penyangga terutama di Kota Tangerang," kata Arief di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin (2/9/2019).

Walau Ibukota Indonesia pindah, menurut Arief, Jakarta akan tetap menjadi pusat roda perekonomian Indoensia.

Maka dari itu Kota Tangerang pun tidak akan kehilangan perannya sebagai satu diantara penggerak roda bisnis dengan sebutan kota seribu industri.

"Jadi saya pikir, bandara terbesar Bandara Soelarno-Hatta di Indonesia itu kan di Kota Tangerang, ini menjadi peluang bagi kita untuk menjadi pusat bisnis," sambungnya.

Ketika ditanya soal dampak setelah nanti sudah tidak jadi wilayah penyangga Ibu Kota, Arief belum bisa mengutarkan akan dampaknya bagi Kota Tangerang.

"Sampai sekarang kita belum tahu dampaknya kayak ala apa. Tapi kalau melihat, misalnya seperti Malaysia ketika pusat pemerintahannya pindah ke Putra Jaya, itu enggak jauh dari Kuala Lumpur, itu tetap berkembang," pungkas Arief.

Halaman
1234
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved