Dewan Terpilih Partai NasDem Bakal Perjuangkan Siklus Industri Seni yang Lebih Baik di Indonesia

Pada kesempatan itu, Farhan menilai dalam dunia seni pemerintah masih minim memiliki perhatian terhadap industri seni.

Dewan Terpilih Partai NasDem Bakal Perjuangkan Siklus Industri Seni yang Lebih Baik di Indonesia
ISTIMEWA
Dialog Selasa dengan tajuk Quo Vadis Perlindungan Pekerja Seni yang digelar di Auditorium DPP NasDem Gondangdia Jakarta Pusat, Rabu (3/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dewan Pimpinan Partai (DPP) Partai NasDem, menggelar Dialog Selasa dengan tajuk Quo Vadis Perlindungan Pekerja Seni yang digelar di Auditorium DPP NasDem Gondangdia Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Narasumber yang mengisi acara tersebut adalah aktris kawakan Christine Hakim, sutradara Nia Dinata, caleg DPR RI NasDem terpilih Muhammad Farhan, kader NasDem yang juga seorang pekerja seni Lucky Hakim, serta Ketua Harian Indonesia Musik Forum (IMF) Setia Budi atau yang akrab disapa Budi Ace.

Dialog tersebut dimoderatori oleh Mongol Stress dan Eva Wondo dari Metro TV.

Menggeliatnya dunia seni di tanah air menimbulkan berbagai persoalan bagi pekerja seni.

Banyaknya seniman yang hidup sangat pas-pasan di hari tua, menjadi salah satu indikator perlindungan pekerja seni masih terabaikan.

Masalah itulah yang mendorong Partai NasDem membuka ruang dialog yang bertujuan memenuhi serta memberikan kebutuhan informasi kepada masyarakat dan menjadi kajian yang akan diperjuangankan Partai NasDem.  

Staf Ahli Presiden Beri Apresiasi kepada Seniman Lokal Tangsel

"Tema acara ini berangkat dari kepedulian kader NasDem yang memiliki pengalaman di bidang seni. Begitu banyak hal yang harus diperhatikan dan diperbaiki dalam sektor tersebut, terutama pelindungan terhadap pekerja seninya itu sendiri. Kami berharap periode parlemen yang baru dapat meloloskan undang-undang yang dapat membantu pekerja seni Indonesia,” jelas Lathifa Al Anshori Wakil Ketua Organizing Committee (OC) Bidang Public Relations Panitia Kongres II Partai NasDem

Lathifa menambahkan, dirinya berharap hasil dialog ini dapat menjadikan poin yang menjadi dasar perjuangan Partai NasDem melalui kursi parlemen, untuk menciptakan siklus industri seni yang lebih baik di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Farhan menilai dalam dunia seni pemerintah masih minim memiliki perhatian terhadap industri seni.

“Pertama, perlindungan sosial (keselamatan kerja dan kesehatan) yang dianggap sudah baik terlindungi. Kedua, soal perlindungan karya atau Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan pemerintah dirasakan belum begitu hadir ke ranah ini,” ujar Farhan.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved