TPA Ilegal di Depan SDN Pamulang 02 Berdampak Buruk Bagi Murid dan Guru

Seorang guru SD yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, keberadaan TPA ilegal itu membuat banjir

TPA Ilegal di Depan SDN Pamulang 02 Berdampak Buruk Bagi Murid dan Guru
Tribunjakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Penampakan gunungan sampah di Jalan Kemuning III, Pamulang Barat, Pamulang, Tangsel, dari lantai 3 SDN Pamulang 02, Rabu (4/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PAMULANG - Keberadaan tempat pembuangan akhir (TPA) ilegal di Jalan Kemuning III, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel) depan SDN Pamulang 02 sudah menimbulkan dampak buruk buat guru dan murid sekolah.

Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, bau menyengat dari gunungan sampah yang diperkirakan setinggi tiga meter itu sampai membuat guru dan murid SD sesak.

Seorang guru SD yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan, keberadaan TPA ilegal itu membuat banjir.

Terlebih, air banjir juga dipenuhi sampah dan belatung dan sampai masuk ke pelataran sekolah meskipun posisinya lebih tinggi.

"Kalau sudah banjir, belatung kan pada ngambang itu," ujar guru yang sudah mengajar selama 25 tahun itu, Rabu (4/9/2019).

Sekolah yang sedang direnovasi itu bahkan menyiapkan dua pintu lain di samping dan belakang sekolah.

Kecantikannya Disamakan dengan Pengasuh Mikhayla, Nia Ramadhani Bereaksi Begini

Hal itu agar para murid dan guru bisa menggunakan dua gerbang itu saat banjor melanda.

"Makanya kita minta gerbang di samping sama belakang. Jadi Kalau banjir bisa lewat belakang," ujarnya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Yepi Suherman, mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya penutupan TPA ilegal itu dan menggantinya dengan boks arm roll.

Namun hal itu tidak berjalan baik, karena TPA tetap beroperasi setelahnya.

"Kita sudah bahas berkali-kali dengan lurah dan RW warganya, pemerintah nyimpan boks arm roll, TPA-nya tutup, itu juga enggak jalan," ujar Yepi saat dihubungi TribunJakarta.com.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved