DPRD DKI Jakarta Minta Dilibatkan Dalam Menentukan Wali Kota dan Pimpinan BUMD

Pasalnya, regulasi yang ada saat ini tidak mengharuskan Gubernur DKI Jakarta meminta pertimbangan DPRD dalam menentukan wali kota dan pimpinan BUMD

DPRD DKI Jakarta Minta Dilibatkan Dalam Menentukan Wali Kota dan Pimpinan BUMD
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Ketua Sementara DPRD DKI Syarif saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - DPRD DKI Jakarta berencana mengajukan regulasi yang akan mengatur agar legislator diberi ruang untuk memberikan pertimbangan dalam pemilihan wali kota dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Rencananya, regulasi tersebut bakal dimasukan ke tata tertib DPRD DKI yang saat ini tengah dibahas.

Pasalnya, regulasi yang ada saat ini tidak mengharuskan Gubernur DKI Jakarta meminta pertimbangan DPRD dalam menentukan wali kota dan pimpinan BUMD.

"Sebelumnya kan dilaksanakan boleh, tidak dilaksanakan tidak apa-apa," ucap Syarif, Kamis (5/9/2019).

Untuk itu, Gubenur sering kali tidak melibatkan DPRD dalam menunjuk wali kota dan pimpinan BUMD.

"Jadi selama ini kata-katanya dapat meminta pertimbangan DPRD, itu sekarang diksinya menjadi wajib meminta pertimbangan DPRD," ujarnya.

Meski demikian, dikatakan Syarif, keputusan akhir penunjukan wali kota dan pimpinan BUMD sepenuhnya tetap berada di tangan Gubernur DKI Jakarta.

Waspada! Marak Kasus Penipuan Sewa Kamar Apartemen di Serpong

Timnas Indonesia Vs Malaysia: Susunan Pemain Starting XI dan Debut 4 Pemain Live di TVRI

DPRD hanya memberikan masukan sebelum Gubernur DKI Jakarta menunjuk wali kota atau pimpinan BUMD.

"Wajib mendapat pertimbangan, bukan wajib mendapat persetujuan. Dengan demikian, DPRD memberikan pertimbangan, bukan memveto," kata Syarif.

Hal ini juga sebagai upaya agar DPRD bisa mengetahui wali kota ataupun pimpinan BUMD yang ditunjuk oleh Gubernur DKI Jakarta.

"Gubernur langsung approval, tidak ada rapat bersama kami. Kami tidak kenal itu direksi," ucapnya.

"Lalu, dia minta duit penyertaan modal ke kami. Padahal kami enggak kenal, visinya tidak tahu," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved