Mati Listrik

Pemadaman Listrik di Cilangkap, Pengusaha Mengaku Tak PunyaPersiapan Hingga Siap Diomeli Pelanggan

Tiap surat ini diakui oleh PIC pengawas lapangan Edi Yudistira disebar melalui perwakilan RT dan RW wilayah terdampak.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Muhammad Mafi Ikhwanur, salah satu pemilik usaha laundry di kawasan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (5/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sejumlah pemilik usaha dan jasa di Jalan Asyafiiyah Kelurahan Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur mengaku tak dapat edaran dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) soal pemadaman berencana, Kamis (5/9/2019).

Sebelumnya diketahui pihak PLN telah menyebar ratusan surat pengumuman untuk wilayah Cilangkap dan sekitaranya, tak terkecuali di Jalan Asyafiiyah sejak Rabu (4/9/2019) kemarin.

Tiap surat ini diakui oleh PIC pengawas lapangan Edi Yudistira disebar melalui perwakilan RT dan RW wilayah terdampak untuk disampaikan ke warganya, bahwa pemadaman listrik selama kurang lebih 2 jam akan terjadi pada hari ini, Kamis (5/9/2019).

Namun pada kenyataannya, sejumlah warga yang didominasi pelaku usaha mengaku tak tahu menahu terkait kabar pemadaman sementara akibat pergantian trafo itu.

Muhammad Mafi Ikhwanur, salah satu pemilik usaha laundry menegaskan dirinya tak menerima surat pengumuman tersebut. Bahkan dirinya menuturkan tak memiliki persiapan apapun walaupun pemadaman bersifat sementara dan hanya beberapa jam ke depan saja.

Pengerjaan Pergantian Trafo, PLN Umumkan Pemadaman Sementara untuk Warga di Kelurahan Cilangkap

"Enggak, saya enggak tau kalau ada pemadaman. Ini udah terlanjut mati malahan, masih ada pakaian di dalam mesin cuci dan terkunci. Mau enggak mau harus nunggu listrik nyala dulu baru bida buka mesin cucinya," keluhnya di Cilangkap, Kamis (5/9/2019).

Raut bingung nampak jelas terlihat dari raut wajah Mafi.

Ia tak tahu harus mengatakan apa pada pelanggannya yang melakukan laundry ekspress pada hari ini.

Listrik padam diakuinya sangat menyulitkan untuk usahanya.

Sebab ketika mati lampu, karyawannya hanya bisa menggosok pakaian karena menggunakan gas.

"Saya bingung juga kalau udah padam mesti gimana. Namanya usaha begini tergantung sama listrik. Untungnya laundry ekspres pakaian TNI sudah semua. Tapi ada baju lain yang harus jadi hari ini. Mau enggak mau saya nerima komplain costumer lagi karena pengiriman telat," ujarnya.

Joni, warga lainnya yang merupakan penjahit juga mengeluhkan hal senada.

Ia menceritakan sejak pukul 11.00 WIB tak bisa mengerjakan orderan jahitan pakaian yang sudah terlanjur masuk.

"Saya juga enggak tau kalau ada pemadaman. Saya yang warga sini aja ga dapat edarannya. Ya ini dari tadi saya enggak bisa apa-apa. Paling nanti pas listrik mati langsung kejar waktu buat ngejahit," katanya.

Untuk ke depannya, keduanya berharap jika ada pemadaman sementara, pihak PLN terjun langsung memberikan edaran ke para pelaku usaha yang ada.

Sehingga khusus pelaku usaha, pihak PLN memberikan surat pengumuman langsung ke lokasi.

Terlebih, di Cilangkap sering sekali mendapatkan surat pemadaman yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan berujung hoax.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved