Breaking News:

Polda Metro Terjunkan 11 Ribu Personel Amankan Laga Indonesia vs Malaysia di GBK

Sekitar 11 ribu pasukan gabungan dari TNI-Polri serta dibantu unsur lain bakal mengamankan laga ini.

Editor: Wahyu Aji
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Stadion Utama Gelora Bung Karno. 

"Persiapan kami sudah cukup bagus dan baik, kita juga sudah siap. Menurut saya selama ini kita lakukan persiapan matang. Besok harus dapat hasil tebaik. Petandingan besok kans kita untuk bisa menang sangat besar," kata Andritany.

Di sisi lain, Andritany menilai timnya membutuhkan dukungan dari para suporter di sisi lapangan.

Dukungan dari masyarakat di Indonesia diyakini bisa membuat permainan skuat Harimau Malaya tidak bisa berkembang di lapangan.

"Suporter bisa penuhi SUGBK dan bantu kita di lapangan. Suporter merupakan pemain ke-12 yang bisa membantu kita memberikan motivasi dan dukungan. Mereka juga bisa membuat lawan tertekan dan tidak bisa berkembang di lapangan," tutur penjaga gawang Persija tersebut.

Di sisi lain, Simon McMenemy menceritakan pengalaman uniknya saat berlaga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat.

Stadion berkapasitas 77 ribu penonton itu memiliki aura berbeda pada saat semua kursinya terisi penuh oleh penonton.

Saat menahkodai Timnas Filipina tahun 2010, Simon meniai SUGBK terlihat menakutkan saat dikunjungi oleh tim lawan.

Dukungan luar biasa yang ditunjukan para suporter Indonesia membuat mental bertanding tim lawan tidak bisa berkembang.

"Saya tidak berpikir ada pengalaman yang sama seperti di stadion ini (SUGBK). Stadion ini menakutkan untuk lawan. Saya pernah di Filipina, dan stadion ini terisi penuh," ucap Simon McMenemy di SUGBK, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

Dukungan yang diberikan para suporter di tribune membuat aura berbeda kepada pemain saat berada di dalam dan luar lapangan.

Simon mencontohkan, efek luar biasa yang ditunjukan suporter Indonesia yakni membuat ruang ganti tim lawan menakutkan.

"Saya pikir ini adalah stadion yang bagus. Ketika Anda di dalam ruang ganti, pemain tidak bisa mendengar instruksi dengan jelas, ada debu yang jatuh dari atap karena suporter tak berhenti melompat dan bersorak," papar Simon.

Lebih lanjut, pelatih berpaspor Skotlandia itu menilai SUGBK merupakan stadion yang sangat berbahaya apabila seluruh tribunnya terisi penuh oleh suporter.

"Ini stadion tua yang berbeda, dan saya yakin akan ada impak kepada lawan. Saya pernah di Bukit Jalil, stadion yang juga bagus, tapi stadion ini berbeda dan berbahaya untuk lawan," tutur mantan pelatih Bhayangkara FC tersebut.

 

Sementara itu pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe menegaskan anak asuhnya sudah terbiasa dan tak akan terpengaruh oleh tekanan dari suporter Indonesia.

"Kami tahu akan banyak suporter yang datang mendukung Indonesia. Tapi saya rasa pemain Malaysia sudah biasa bermain di dalam stadion dengan ribuan penonton," kata Tan Cheng Hoe dalam konferensi pers jelang laga di SUGBK, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

"Pemain profesional tidak boleh terganggu dengan suporter, harus konsentrasi. Kami juga harus menyajikan permainan yang bagus. Untuk kami, sepakbolanya sendiri yang utama," tambah dia.

Jelang laga kontra Indonesia, Malaysia telah menguji kemampuannya dengan menghadapi tim asal Timur Tengah, Yordania.

Meski hasilnya kalah 1-0, Tan Cheng Hoe meyakini hasil itu bisa membawa timna lebih percaya diri saat menghadapi Indonesia yang bakal didukung puluhan ribu suporter.

"Saya rasa pertandingan itu adalah suatu pembelajaran yang bagus meski kami kalah 1-0, banyak hal positif dari pertandingan itu. Apalagi untuk kami yang akan bertandang ke GBK, dengan suporternya yang luar biasa," ujarnya.

Berikut link live streaming pertandingan Liga 1 2019, Timnas Indonesia vs Malaysia Mola TV:

LINK >>>>>>>>

Catatan : jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved