Polisi Tangkap Komplotan Penipu Sewa Kamar Apartemen Lewat Toko Online di Serpong

Mereka berhasil ditangkap setelah melancarkan aksi terakhirnya di apartemen Sky View, Lengkong Gudang Timur, Serpong

Polisi Tangkap Komplotan Penipu Sewa Kamar Apartemen Lewat Toko Online di Serpong
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Komplotan penipu sewa kamar apartemen melalui toko online, berinisial AN (28), FS (30) dan DP (39), saat gelar rilis kasus tersebut di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Komplotan penipu sewa kamar apartemen melalui toko online diringkus aparat polisi dari Polsek Serpong.

Komplotan itu terdiri dari tiga orang berinisial AN (28), FS (30) dan DP (39).

Mereka berhasil ditangkap setelah melancarkan aksi terakhirnya di apartemen Sky View, Lengkong Gudang Timur, Serpong.

Ketiga pelaku, menyiarkan penyewaaan kamar apartemen itu melalui toko online, padahal kamar tersebut bukan milik mereka melainkan hanya sewa.

Kamar disewa selama satu bulan, namun disewakan lagi kepada korban selama enam bulan.

"Pelaku tersebut menyewakan kepada konsumen tersebut selama enam bukan dan menyatakan unit apartemen itu milik mereka," ujar Kapolsek Serpong, Kompol Luckyto Andri Wicaksono, saat gelar rilis kasus penipuan itu di Mapolsek Serpong, Jalan Letnan Sutopo, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kamis (5/9/2019).

Setelah satu bulan berjalan, korban ditemui si pemilik asli kamar itu dan baru sadar telah ditipu.

Luckyto mengatakan, korban membayar Rp 23 juta kepada pelaku untuk menyewa apartemen itu selama enam bulan.

UNHCR Ingatkan Pencari Suaka Agar Patuhi Hukum Indonesia saat Menyampaikan Aspirasi

Tidak Mau Dianggap Miskin, Warga Tangerang Mundur dari Program PKH

Ia menduga masih ada lagi korban penipuan modus serupa karena di Serpong cukup banyak terdapat apartemen.

"Sementara yang kita tangani baru dua laporan, yang ke dua di apartemen SGV (Serpong Greeenview)," jelasnya.

Saat diwawancara, tersangka AN mengaku mempelajari modus penipuan itu dengan memperhatikan cara proses penyewaan kamar apartemen.

Ia mencari celahnya hingga bisa melancarkan aksinya sslama satu tahun lebih sejak 2018.

"Jadi saya cuma melihat orang yang sewa-sewa saja," ujar AN.

Mereka bertiga disangkakan pasal 378 KUHpidana dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved