Sampah Cemari Kali Jambe, Dinas Lingkungan Hidup Minta Keberadaan TPS Liar Ditutup

Tumpukan sampah di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diduga berasal dari TPS liar.

Sampah Cemari Kali Jambe, Dinas Lingkungan Hidup Minta Keberadaan TPS Liar Ditutup
TRIBUNJAKARTA/YUSUF BACHTIAR
Lokasi TPS liar di bantaran Kali Jambe Bekasi.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi meminta Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar atau ilegal di bantaran Kali Jambe ditutup. Hal ini menyusul fenomena tumpukan sampah di kali tersebut tepatnya di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Bekasi, Dodi Agus Supriyanto mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara persis lokasi TPS liar yang diduga jadi sumber pencemaran Kali Jambe.

"Saya belum tahu karena belum ke lokasi, pada intinya TPS ilegal itu, Desa, Pol PP tingkat kecamatan bertindak tutup," kata Dodi saat dikonfimasi, Kamis (5/9/2019).

Peran aparat lingkungan di tingkat desa hingga kecamatan harus bertindak cepat, jangan sampai membiarkan warga sekitar membuang sampah ke TPS ilegal apalagi ke kali.

"Jangan ngeluhnya aja, disitukan ada RT/RW, desa, tolong bergerak juga, tutup TPS ilegalnya, hubungi petugas kebersihan kita minta dilayani penanganan sampah di perumahan," ujar dia.

Tumpukan sampah di Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi diduga berasal dari TPS liar yang berada di bantaran kali.

Jarak antara lokasi tumpukan sampah dengan TPS liar tidak sampai satu kilo meter, posisinya menyatu dengan pemukiman warga bantaran kali. Tidak ada sekat pembatas tumpukan sampah dengan bibir sungai.

Bisa dipastikan, sampah yang menumpuk di Kali Jambe berasal dari TPS liar yang tidak diurus oleh pengelolanya. Mereka hanya meletakkan sampah begitu saja hingga tumpah ke dalam kali.

TPS liar tersebut dikelola oleh keluarga Satori (85), saat dijumpai seorang anak bungsunya mengatakan, sampah ini diambil dari dua perumahan yakni, Perumahan Bekasi Timur Permai dan Cluster Koperpu.

Halaman
12
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved